Rencana Mark Zuckerberg Jaga Privasi Facebook dan Instagram Ala WhatsApp Justru Ditolak
Dunia

Rencana Mark Zuckerberg untuk segera menambahkan sandi enkripsi end-to-end ala WhatsApp di Instagram dan Facebook demi menjaga privasi penggunanya justru mendapat penolakan.

WowKeren - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg akan segera menambahkan pengamanan terhadap privasi masyarakat yang menggunakan media sosial. Mark Zuckerberg telah menyatakan jika pihaknya akan menambahkan sandi enkripsi end-to-end ala WhatsApp di fitur aplikasi Facebook dan Instagram.

Keputusan Mark Zuckerberg untuk melakukan pengamanan pada Instagram dan Facebook melalui sandi enkripsi end-to-end demi melindungi data-data privasi dari para penggunanya agar tidak tersebar. Hal ini dilakukan lantaran kerap terjadi peretasan yang menyebabkan bocornya data-data dari sejumlah pengguna akun Facebook dan Instagram yang digunakan untuk kepentingan pribadi.


"Saya mengerti bahwa banyak orang tidak berpikir Facebook dapat atau bahkan ingin membangun platform yang berfokus pada privasi ini, karena terus terang saat ini kami tidak memiliki reputasi yang kuat untuk membangun layanan perlindungan privasi," tulis Mark Zuckerberg di laman pribadinya pada Maret lalu. "Tetapi kami telah berulang kali menunjukkan bahwa kami dapat berevolusi untuk membangun layanan yang benar-benar diinginkan orang, termasuk dalam pesan pribadi dan cerita."

"Saya percaya masa depan komunikasi akan semakin bergeser ke layanan pribadi yang di-enkripsi di mana orang dapat yakin apa yang mereka katakan satu sama lain tetap aman dan pesan dan konten mereka tidak akan bertahan selamanya," sambung Mark Zuckerberg. "Ini adalah masa depan yang saya harap akan membantu mewujudkannya."

Keputusan Mark ini langsung menuai berbagai penolakan tepatnya dari pihak berwajib. Penolakan tersebut terjadi lantaran sandi ini akan membuat kepolisian semakin sulit untuk membongkar berbagai kasus kejahatan yang marak terjadi di media sosial.

Berbagai kasus kejahatan yang marak terjadi di media sosial adalah eksploitasi seks anak di bawah umur, terorisme, dan usaha mencampuri pemilihan umum. Sebelumnya muncul juga laporan yang menyebut ada setidaknya 12 juta laporan terkait konten pelecehan anak di bawah umur di Messenger pada 2018 lalu.

Mark Zuckerberg dalam pernyataan baru-baru ini juga menyadari bahwa kejahatan seperti eksploitasi anak bisa menjamur seandainya seluruh layanan pesan Facebook tetap akan disandi. "Ketika kami memutuskan apakah akan meneruskan penyandian end to end ke seluruh aplikasi berbeda, hal inilah yang paling berat bagi saya," kata Zuckerberg yang dikutip dari Reuters pada Jumat (4/10).

Namun demikian, ia tetap tidak akan membatalkan rencananya dalam menyandi kedua media sosial tersebut. Mark Zuckerberg juga menegaskan bahwa ia akan tetap melawan seluruh aktivitas kejahatan di media sosial dengan menempuh cara lain bukan dengan menghentikan rencana enkripsi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...