Tewas Akibat Demo, Keluarga Sebut Wajah Akbar Alamsyah Tak Dapat Dikenali
Nasional
Rusuh Demo Mahasiswa

Mahasiswa kembali menjadi korban tewas dalam aksi demonstrasi yang berujung dengan kericuhan, keluarga sebut wajah Akbar Alamsyah sudah tidak dapat dikenali lagi menjelang ajal.

WowKeren - Aksi demonstrasi yang terjadi di depan Gedung DPR pada Rabu (25/9) lalu telah memakan korban jiwa. Salah satu mahasiswa yang bernama Akbar Alamsyah menghembuskan nafas yang terakhir pada Kamis (10/10) setelah mengalami koma selama hampir 15 hari.

Menurut keterangan polisi, Akbar koma setelah terjatuh dari tembok di sekitar gerbang DPR. Aksi demonstrasi di depan DPR sendiri telah berakhir dengan kericuhan setelah mahasiswa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.


Keluarga pun menceritakan kondisi terakhir Akbar Alamsyah sebelum meninggal dunia. Menurut pengakuan dari kakak Akbar, Fitri Rahmi mengungkapkan kondisi terakhir sang adik yang sangat memprihatinkan.

Fitri Rahmi bercerita jika wajah Akbar sudah tidak dapat dikenali lagi karena mengalami banyak luka di area kepala hingga bibir. Bahkan kepala Akbar disebutkan mengalami pembengkakan yang begitu besar. Tak hanya sampai disitu, beberapa bekas jahitan pun terlihat di mulut Akbar sehingga semakin memperlihatkan kondisi yang mengenaskan.

"(Wajah) enggak bisa dikenali. Mama sih yang lihat (di RS Polri), aku lihat di RSPAD," ujar Fitri saat ditemui di makam Akbar, Jumat (11/10). "Jadi kepalanya besar (pembengkakan) kayak pakai helm, kayak semacam tumor, kepala gede, lebam bibirnya, sampai menutupi lubang hidung saking keluarnya, jontor."

Fitri bercerita jika kondisi sang adik sama sekali tidak mengalami peningkatan selama koma hingga 15 hari. Tubuh Akbar akhirnya berhenti berjuang setelah sejumlah saraf mengalami kerusakan yang parah hingga tensi rendah.

"Yang dari RS Polri tanggal 30 sampai sekarang pun menurun, turun terus enggak ada perkembangan. Jadi kemarin ya dokter manggil terus. Nih Akbar kondisinya menurun, menurun, tensinya rendah," jelas Fitri. "Emang dari kemarin sih rendah. Saraf sih, sarafnya rusak kata dokter."

Sebelumnya Akbar yang terluka setelah insiden aksi demonstrasi sempat mengalami retak pada tempurung kepala sehingga membuatnya harus menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah selesai menjalani operasi, Akbar lantas dipindahkan ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan perawatan intensif.

You can share this post!

Related Posts
Loading...