Kabut Asap Kembali Mendera, Sejumlah Penerbangan di Palembang Sempat Ditunda
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Kabut asap yang semakin tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Palembang membuat kondisi jarak pandang tidak memungkinkan pesawat untuk beroperasi.

WowKeren - Masalah terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rupanya masih belum selesai. Di Palembang, Sumatera Selatan, warga kembali mengeluhkan kondisi kabut asap yang kian parah.

Kondisi itu disebut-sebut sebagai yang terparah sepanjang 2019. Akibat kondisi asap yang kian tebal, sejumlah penerbangan harus mengalami penundaan atau delay.

Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh General Manager Airnav Indonesia Cabang Palembang, Ari Subandri. Kondisi jarak pandang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang. "Benar ada beberapa pesawat yang delay karena batasan jarak pandang," kata Ari dilansir dari Detik, Senin (14/10).

Masih dilansir dari Detik, beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan antara lain rute Palembang-Pangkal Pinang, Palembang-Jakarta, Palembang-Lubuk Linggau, Palembang-Jakarta Halim Perdanakusuma, Palembang-Yogyakarta, dan Palembang-Batam.


Adapun penundaan penerbangan tersebut sudah terjadi sejak pagi. "Untuk delay sejak jam 6 pagi," kata ujar Ari.

Beruntung, sekitar tiga jam kemudian penerbangan sudah kembali normal. Terkait berapa pesawat yang mengalami penundaan, pihaknya masih melakukan pendataan. "Untuk datanya masih kami rekapitulasi," ujar Ari.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Palembang menilai bahwa pekatnya asap dalam sepekan terakhir disebabkan karhutla yang masih terjadi di sejumlah kabupaten. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Sumsel, Ansori, titik panas terpantau paling banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Oleh sebab itu, upaya pemadaman difokuskan ke wilayah tersebut.

"Kami selalu lakukan waterbombing (pemadaman dari udara), setiap hari mengerahkan lima unit helikopter," jelas Ansori dilansir dari Antara, Senin (14/10). "Kebakaran di OKI ini memang sulit dipadamkan karena terjadi di kawasan gambut, dan akses darat yang terbatas. Belum lagi jika terbakar asapnya mengarah ke Palembang."

Parahnya kondisi kebakaran asap ini sempat ramai menjadi pembicaraan di media sosial. Warganet ramai-ramai menggaungkan tagar #SavePalembang di media sosial hingga membuatnya menjadi trending topic pada Senin (14/10) pagi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts