Sulli Meninggal Bunuh Diri, Jangan Asal Ucapkan 8 Kalimat Ini pada Orang yang Depresi
Instagram/ jelly_jilli
Health
Sulli Meninggal

Berkaca dari kematian Sulli yang memutuskan untuk bunuh diri akibat depresi, ada beberapa kalimat yang sebaiknya tidak kita katakan pada orang yang sedang depresi. Mau tahu apa saja itu? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

WowKeren - Pada Senin (14/10) sore, publik dikejutkan dengan kabar kematian aktris sekaligus penyanyi cantik Sulli. Mantan personel f(x) ini ditemukan sudah tak bernyawa di kediamannya di kawasan Seongnam.

Menurut laporan polisi, Sulli ditemukan sudah tak bernyawa oleh manajernya pada 14 Oktober pukul 15.21 waktu setempat. Dikabarkan juga sang manajer mendatangi rumahnya karena tidak bisa menghubungi Sulli sejak pukul 18.30 waktu setempat, sehari sebelumnya.


Setelahnya polisi menyatakan bahwa Sulli meninggal bunuh diri karena menderita depresi berat. Ia menggantung diri di lantai dua di rumahnya.

Seperti yang diketahui, Sulli memang kerap menerima komentar jahat dari para haters. Meski selama ini dia dikenal sebagai pribadi yang cukup cuek dengan berbagai komentar tersebut, depresi yang dirasakan Sulli rupanya sudah sangat parah. Menurut teman dekatnya, gangguan kecemasan yang dialaminya juga semakin memburuk beberapa waktu belakangan.

Berkaca dari kasus Sulli, mungkin masih ada banyak di antara kita yang menganggap jika depresi itu mudah disembuhkan. Bahkan mungkin malah menganggap jika orang yang depresi itu cenderung berlebihan agar bisa menarik perhatian.

Tapi, gangguan kesehatan mental sejatinya tidak boleh disepelekan. Bahkan tidak sedikit orang yang abai bahkan tidak sadar jika teman atau kerabatnya mengalami depresi dan menganggapnya hanya stres biasa. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut bisa bahaya.

Terkadang untuk menenangkan orang yang sedang depresi kita menggunakan beberapa kalimat untuk menyemangati mereka. Meskipun tujuannya baik, sebaiknya kita menghindari mengucapkan kalimat tertentu seperti berikut ini untuk mencegah keadaan seseorang yang sedang depresi jadi semakin buruk.

(wk/eval)

1. 'Selalu Ada Orang di Luar Sana yang Lebih Menderita daripada Kamu'


'Selalu Ada Orang di Luar Sana yang Lebih Menderita daripada Kamu'

Kita harus memahami jika kapasitas kekuatan mental setiap orang berbeda-beda. Sebab setiap orang memiliki kapasitas masing-masing dalam menerima beban hidup. Karena itu, kita tidak boleh mengatakan "Selalu ada orang di luar sana yang lebih menderita daripada kamu" pada orang yang sedang depresi.

Selain itu, jangan ucapkan kalimat yang sejenis lainnya. Seperti "Lihat sisi baiknya, setidaknya kamu masih diberikan tubuh yang sehat". Alih-alih mengatakan itu, sebaiknya tunjukkan kalau kamu akan menemaninya dengan berkata "Kamu tidak sendirian. Aku ada di sini untukmu".

2. 'Ah... Itu Cuma Perasaanmu Saja'


'Ah... Itu Cuma Perasaanmu Saja'

Tidak bisa dipungkiri jika depresi berkaitan dengan perubahan suasana hati. Tapi masalah sebenarnya tidak sesederhana itu. Sebab depresi bukan hanya tentang perubahan mood, tapi kondisi ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan hormon dalam otak.

Karena itu, jangan sampai mengatakan "Ah... Itu cuma perasaanmu saja" pada orang yang depresi. Sebab perkataan ini bisa menunjukkan orang yang menderita depresi memiliki kontrol atas penderitaannya. Bahkan jika mereka sedikit berusaha untuk berpikir positif, mereka akan lebih baik.

Sebaiknya tunjukkan kalau kamu siap membantu teman yang sedang depresi dengan menawarkan bantuan. Seperti "Aku lihat belakangan ini kamu sedang kesulitan, dan keadaanmu membuatku khawatir. Apa ada yang bisa ku lakukan untuk membantumu?"

3. 'Sama Dong, Aku Dulu Juga Pernah Depresi karena...'


'Sama Dong, Aku Dulu Juga Pernah Depresi karena...'

Kalimat "Sama dong, aku dulu juga pernah depresi karena..." bisa jadi ambigu jika dikatakan pada orang yang depresi. Karena itu, perhatikan situasinya sebelum mengucapkan kalimat ini. Di satu sisi, mendengar kalimat seperti bisa bisa sangat berarti untuk seseorang yang merasa bahwa tidak ada satupun yang mengerti mereka, atau merasa sangat malu untuk berbicara tentang situasinya.

Tapi jika kamu mengatakannya untuk sekedar menenangkan teman yang sedang depresi tanpa mengetahui masalah persisnya, kalimat itu akan jadi bumerang. Hal ini karena kalimat tersebut bisa terkesan merendahkan. Karena itu, lebih baik ucapkan kalimat yang bisa membangkitkan harapan mereka. Misalnya "Aku hanya bisa membayangkan apa yang kamu alami, tapi aku akan mencoba untuk memahaminya sebisaku. Kita pasti bisa membebaskanmu dari penderitaan ini".

4. 'Kamu Depresi? Tapi Kelihatannya Baik-baik Saja'


'Kamu Depresi? Tapi Kelihatannya Baik-baik Saja'

Jangan sekali-kali mengatakan "Kamu depresi? Tapi kelihatannya baik-baik saja" pada orang yang memberanikan diri berkata kalau dia sedang depresi. Hanya karena dia terlihat baik-baik saja, bukan berarti dia tidak depresi. Sebab kebanyakan orang yang depresi biasanya berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja di depan orang lain.

Tidak sulit untuk memalsukan kebahagiaan, jadi hanya karena teman atau kerabatmu tersenyum lebar, bukan berarti mereka selalu baik-baik saja. Bisa jadi mereka sangat menderita di dalam hatinya. Karena itu, sebaiknya katakan saja kata-kata yang bisa membuatnya lebih terbuka padamu. Misalnya "Belakangan ini ku lihat kamu sedikit berbeda. Ada apa? Bagaimana aku bisa membantumu?" atau "Aku merindukanmu, kita bertemu yuk, ayo kita cerita-cerita".

5. 'Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan, Semua Akan Baik-baik Saja'


'Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan, Semua Akan Baik-baik Saja'

Depresi disebabkan karena banyak hal, misalnya peristiwa traumatis atau kesedihan tertentu. Namun terkadang depresi terjadi begitu saja dan tidak jadi masalah yang terlalu serius. Karena itu jangan mencoba untuk menerka-nerka peristiwa atau kejadian tertentu sebagai penyebab depresi seseorang. Dan jangan sampai berkata "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, semua akan baik-baik saja" karena bisa membuat depresi seseorang bertambah parah.

Sebagai alternatif, katakan saja kalimat yang bernada menawarkan bantuan. Misal "Maaf aku tidak sadar kalau kamu sedang menderita. Aku akan sangat senang untuk menghabiskan waktu bersamamu. Kamu juga bisa menceritakan masalahmu kepadaku".

6. 'Kamu Kurang Mensyukuri Hidup, Ada Banyak Orang yang Ingin Ada di Posisimu'


'Kamu Kurang Mensyukuri Hidup, Ada Banyak Orang yang Ingin Ada di Posisimu'

Depresi bisa menyerang siapa saja, baik orang tua maupun muda, kaya maupun miskin, orang sehat maupun yang sedang sakit. Terkadang kita menganggap masalah teman kita tidak sebesar masalah kita sendiri hingga melontarkan kalimat seperti "Kamu kurang mensyukuri hidup, ada banyak orang yang ingin ada di posisimu sekarang".

Namun mengucapkan kalimat itu bisa membuat temanmu merasa lebih buruk dan menyepelekan depresi. Daripada mengatakan itu, sebaiknya ucapkan "Aku benci melihatmu menderita. Ayo pergi ke toko kopi di dekat kantor. Katanya sih rasanya enak".

7. 'Mungkin Kamu Kurang Dekat Sama Tuhan'


'Mungkin Kamu Kurang Dekat Sama Tuhan'

Masalah agama adalah sesuatu yang sangat pribadi dan sensitif. Karena itu, sebaiknya jangan menyinggung soal agama pada teman yang sedang depresi dengan berkata "Mungkin kamu kurang dekat dengan Tuhan". Sebab depresi bisa menyerang siapa saja, baik orang yang taat beragama atau tidak.

Selain bisa menyinggung, kalimat di atas juga bisa membuat seseorang semakin ingin menjauh dari Tuhan. Mereka mungkin berpikir, "Kami sedang sakit, kami juga sudah rajin beribadah, tapi orang-orang masih sibuk menghakimi bahwa kami kurang dekat dengan Tuhan". Karena itu, sebaiknya temani temanmu untuk pergi ke psikolog, psikiater atau konselor untuk mengatasi depresinya.

8. 'Bilang Aja ya Kalau Butuh Bantuan, Semangat!'


'Bilang Aja ya Kalau Butuh Bantuan, Semangat!'

Kalimat "Bilang aja ya kalau butuh bantuan, semangat" mungkin diucapkan dengan tujuan baik. Namun seseorang yang mentalnya sedang tidak stabil mungkin bisa salah paham karenanya. Jika kamu benar-benar ingin membantu, tindakanmu harus cocok dengan perkataanmu.

Jika kamu tidak menindaklanjuti perkataanmu dengan janji akan bertemu atau membantunya, kalimat itu justru bisa membuat depresinya semakin parah. Karena dia tidak berani mengutarakan langsung, sedangkan kamu terkesan memberikan janji manis. Katakan saja kalimat seperti "Katakan padaku apa yang bisa ku lakukan sekarang untuk membantumu" atau "Pelan-pelan saja, aku peduli padamu dan aku akan tetap berada di sini denganmu untuk melalui semua ini".

Selain itu, sebaiknya hindari kata "Semangat". Maksudmu mungkin baik, tapi kalimat ini tidak menyelesaikan segalanya. Memang mudah bagi orang depresi untuk pura-pura terlihat bahagia, namun untuk merasakan bahagia yang sesungguhnya tentu cukup sulit untuk dilakukan.

Demikian delapan kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan kepada orang yang sedang depresi. Simak juga artikel ini untuk mengetahui berbagai cara yang bisa kamu lakukan agar tetap sehat bahkan saat sedang stres. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai makanan yang bisa memperbaiki mood kamu agar tidak gampang stres.

You can share this post!

Related Posts