Karhutla Palembang Dekati Pemukiman, Warga Begadang Hingga Tiga Hari
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Kebakaran lahan di Palembang mulai mendekati daerah pemukiman. Warga yang takut rumahnya terkena api pun memutuskan untuk berjaga-jaga hingga tak tidur selama tiga hari.

WowKeren - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang, Sumatra Selatan belum juga reda. Bahkan, BMKG mengungkapkan bahwa asap Palembang pada Senin (14/10) kemarin merupakan yang terekstrem sepanjang karhutla. Parahnya kebakaran membuat satgas karhutla di Palembang menggelar salat istisqa dengan harapan hujan akan turun membasahi lokasi kebakaran.

Pada Selasa (15/10), karhutla semakin mendekati wilayah pemukiman warga di Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatra Selatan. Warga pun bergerak untuk memadamkan api agar tidak semakin merembet ke rumah.

Akan tetapi, kondisi kebakaran sulit dipadamkan karena air yang jumlahnya sedikit akibat kemarau. Apalagi, hembusan angin yang kencang di lokasi kebakaran membuat api yang padam kembali muncul.

Salah satu warga yakni Otong mengatakan bahwa mereka sudah tidak tidur selama tiga malam karena rumah sudah mendekati pemukiman warga. "Kami tidak tidur sudah tiga malam, bergantian jaga, takutnya nyambar ke rumah karena sudah dekat," kata Otong yang dilansir Kompas pada Selasa (15/10).

Otong pun mengungkapkan bahwa saat ini warga memadamkan api menggunakan daun atau kayu yang ada di sana. Hal ini karena wilayah tersebut tengah dilanda kekeringan selama dua bulan lamanya.

"Jadi sekarang kami padamkan apinya menggunakan kayu atau daun-daun," kata Otong saat diwawancarai. "Karena air sudah tidak ada lagi. Kalau untuk kebutuhan harian kami harus beli."


Selain itu, salah seorang warga yakni Burhan mengungkapkan bahwa pemadam kebakaran menuju lokasi pada Senin dan Minggu. Akan tetapi, usai dipadamkan, api kembali menjalar lahan tersebut.

"Pemadam kebakaran ke sini Minggu, Senin. Sudah padam mereka pulang," kata Burhan yang dilansir CNN Indonesia pada Rabu (16/10). "Tapi enggak lama nanti muncul apinya lagi. Kabarnya awalnya ada yang membakar lahan di desa sebelah agak jauh. Tapi api melompat ke sini."

Sementara itu, Babinsa Koramil 418-08 Sako Palembang, Peltu Dadang mengatakan bahwa mobil pemadam sempat memadamkan api di lokasi kebakaran. Namun, lahan gambut tersebut kembali terbakar dan membuat api muncul mendekati rumah warga. Ia pun mengaku bahwa mobil pemadam sempat telat datang karena sebelumnya mobil tersebut tengah memadamkan kebakaran di lokasi lain.

"Mobil pemadam telat datang ke lokasi karena sedang memadamkan kebakaran kediaman penduduk di kawasan Tangga Buntung," ungkap Dadang. "Sekitar pukul 17.00 WIB mobil damkar baru datang."

Dadang mengatakan bahwa sebelumnya Koramil 418-08 Sako telah melakukan sosialisasi kepada warga agar tak membakar lahan selama musim kemarau. Akan tetapi, hal tersebut masih terus terjadi hingga akhirnya mendekati rumah warga.

"Kita tidak tahu siapa yang membakar di sini," tuturnya. "Warga juga stand by sampai malam, gantian tidur untuk berjaga agar api tidak menyambar. Kami dari koramil juga ikut membantu."

Di sisi lain, berdasarkan perkiraan cuaca dari BMKG, wilayah Sumatra Selayan baru akan diguyur hujan pada pekan pertama November. Oleh sebab itu, kabut asap diprediksikan masih akan terus melanda Palembang dan sekitarnya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts