KPK Bertabur Prestasi, Reaksi Nyinyir Fahri Hamzah Tuai Kritik Pedas
Instagram/fahrihamzah
Nasional

KPK dilaporkan sudah melakukan 21 OTT sepanjang 2019 dan berhasil mengamankan sejumlah besar aset negara. Kendati demikian prestasi ini rupanya tak ditanggapi positif oleh Fahri Hamzah.

WowKeren - Nasib Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) boleh dibilang tidak pasti lantaran kejelasan payung hukumnya pun masih mengambang. Seperti diketahui, Undang-Undang KPK hasil revisi sedianya berlaku mulai Kamis (17/10) besok, atau sebulan setelah disahkan DPR RI pada 17 September 2019 lalu.

Padahal diketahui UU KPK hasil revisi ini menuai penolakan dari banyak pihak. Sebagian besar masyarakat Indonesia bersatu-padu mendesak Presiden Joko Widodo untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK, yang hingga kini belum mendapat titik terang.

Namun tampaknya semangat KPK dalam bekerja tetap tinggi. Terbukti dari rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK selama beberapa hari belakangan.

Bila ditelisik lebih dalam, rupanya KPK sudah melakukan sebanyak 21 OTT sepanjang tahun 2019. Dengan yang terbaru adalah OTT terhadap Wali Kota Medan dan Bupati Indramayu. Ratusan juta uang negara pun bisa diamankan lewat OTT ini.

Namun rupanya prestasi ini tak cukup memuaskan bagi mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Politikus yang baru saja membentuk partai politik baru ini justru meninggalkan komentar nyinyir atas prestasi yang KPK tersebut.


Lewat cuitannya pada Rabu (16/10) pagi, Fahri menyebut OTT bukanlah prestasi melainkan pertanda kegagalan KPK. Sebab menurutnya tindak korupsi seharusnya dicegah, bukan ditangkap tangan seperti yang dilakukan KPK.

KPK Bertabur Prestasi, Reaksi Nyinyir Fahri Hamzah Tuai Kritik Pedas

Twitter

Cuitan nyinyir itu pun langsung diramaikan oleh warganet. Dipantau di kolom komentarnya, banyak warganet yang berbalik menyerang Fahri. Berikut adalah kutipan komentar pedas warganet.

"Melihat Pemilu kemaren, mustahil korupsi bisa diberantas. Apalagi negara yang elitnya dikenal membudayakan hipokrisi," cuit @Asdk*******ien. "Salah KPK? Bukan, memang banyak orang yang gemar nyolong."

"Logikamu ko begini, mas2.....Kalau korupsi ga diintip, memang korupsi mau menampilkan diri di depan publik?" ujar @siny*****qu. "Harusnya bersyukur bangsa kita masih punya 1 lembaga yg msh dipercaya publik, kalau jujur kenapa takut di OTT sih."

Namun demikian ada beberapa warganet yang menyepakati sikap Fahri tersebut. Kendati demikian mereka juga tak sepenuhnya menyalahkan semangat KPK dalam menangkap tangan para pelaku rasuah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts