Psikolog Sebut Sulli Bahayakan Diri Sendiri Saat Putuskan Tampil di 'Night of Hate Comments'
TV
Sulli Meninggal

Seorang profesor psikologi mengungkapkan pikirannya tentang kematian Sulli. Dia kemudian mengaitkan depresi yang dialami Sulli dengan program JTBC 'Night of Hate Comments' yang dibawakan Sulli.

WowKeren - Kematian Sulli pada Senin (14/10) lalu sukses mengejutkan banyak pihak. Seperti yang diketahui, mantan personel f(x) itu meninggal akibat bunuh diri setelah tak kuasa menahan depresi berat. Sebab Sulli dikenal sebagai salah satu selebriti yang kerap mendapat komentar buruk dari haters.

Sebelum meninggal, Sulli sempat menjadi MC untuk program acara JTBC "Night of Hate Comments". Ini adalah acara di mana para selebriti menghadapi komentar jahat secara langsung dan membacanya dengan keras di studio. Mereka juga diminta merespon langsung komentar jahat yang dibacanya.


Kematian Sulli sendiri menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya adalah Profesor Psikologi atau Psikolog yang bernama Kwon Young Chan. Profesor ini sendiri merupakan orang Korea pertama yang mendapatkan gelar profesor dalam psikologi selebriti.

Menurut Profesor Kwon, membacakan komentar jahat yang diterima bisa membahayakan diri, bahkan untuk selebriti yang berpengalaman sekalipun. Karena itulah, Sulli mungkin tanpa sengaja telah membahayakan diri sendiri saat memutuskan untuk tampil di "Night of Hate Comments".

"Mungkin saja Sulli dapat mengatasi komentar jahat karena dia memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai selebriti. Tapi aku selalu berpikir bahwa itu bisa berbahaya karena komentar jahat dapat membuat seseorang marah dan tenggelam dalam emosi mereka sendiri," terang Profesor Kwon.

"Tujuan dan pandangan acara itu sendiri bagus, tapi tidak sesuai dengan kepribadian dan kecenderungan yang dimiliki Sulli. Dia sudah mengaku dalam beberapa acara TV bahwa dia adalah orang yang mudah stres saat melihat orang lain stres," lanjutnya.

"Dalam kasus Sulli, dia telah bekerja keras sejak jadi aktris cilik yang mungkin tak memiliki kesempatan untuk menenangkan pikiran dan jiwanya. Dengan kata lain, dia tidak memiliki waktu menjaga dirinya dari dalam," terangnya.

"Sekali kau mengorbankan banyak hal ketika masih kecil dan mencapai level tertentu, kau mulai ingin melakukan apa yang kau inginkan. Kemungkinan opini dan kata-kata Sulli di media sosial dan siaran bisa merupakan sesuatu yang ingin dia impikan dan lakukan," pungkasnya.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts