Jambi Dan Palembang Masih Diselimuti Kabut Asap Meski Turun Hujan
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Jambi dan Palembang masih diselimuti kabut asap meski sudah turun hujan, Rabu (16/10). Bahkan kualitas udara di dua wilayah tersebut masih pada level yang berbahaya. Oleh karena itu, anak-anak serta pegawai yang tengah hamil diliburkan oleh Pemkot.

WowKeren - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kota Jambi dan Palembang, Sumatera Selatan. Kabut asap ini sendiri telah menyelimuti wilayah Palembang sejak Senin (14/10) pagi.

Meski sempat diguyur hujan deras, namun kabut asap tersebut masih juga belum hilang hingga Rabu (16/10). Tak hanya itu, menurut hasil pantauan alat ISPU di masing-masing wilayah kualitas udara di daerah tersebut masih masuk ke kategori bahaya.


Dikutip Antara, hasil pantauan dari alat pencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terdapat di dekat Tugu Keris Siginjai Kota Baru, Jambi pada Kamis pagi menunjukkan status berbahaya dengan indeks PM10, nilai 212. Selain itu, warga juga menilai kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Jambi kian hari dinilai makin pekat.

"Iya makin hari sepertinya kabut asapnya di Kota Jambi dan sekitarnya masih tetap pekat saja, bukannya hilang setelah diguyur hujan kemarin," kata Javer yang merupakan salah satu pengguna jalan warga Kota Jambi, Kamis (17/10) pagi.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi telah mengeluarkan kebijakan agar seluruh pelajar mulai dari tingkat Paud, TK, SD, SMP dan SMU sederajat diliburkan mulai Kamis (17/10) hingga Sabtu (19/10) akibat kabut asap ini. Kebijakan ini adalah yang kedua selama terjadi kabut asap mengepung Jambi.

Juru bicara Kota Jambi Abu Bakaar mengatakan berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, kualitas udara dalam 48 jam terakhir berfluktuasi dan berada dalam kondisi di atas baku mutu pada kategori berbahaya. Untuk kepala sekolah, guru staf Tata Usaha (TU) sekolah dan lainnya tetap masuk kerja seperti biasa, kecuali yang sedang hamil.

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemkot Jambi. Tak hanya itu, pemerintah kota juga mengimbau perusahaan swasta untuk memberikan dispensasi libur kepada karyawati yang sedang hamil.

Keadaan di Palembang juga tak jauh berbeda dengan Jambi. Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan asap masih menyelimuti karena wilayah sumber asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tidak terpapar hujan.

"Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel karena wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas signifikan belum terpapar hujan," ujar Benny, Kamis (17/10). "Apalagi lahan gambut yang terbakar cukup luas dan dalam."

Sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang pun kembali diliburkan karena kualitas udara akibat kabut asap karhutka masih berada di level berbahaya bagi kesehatan. Salah seorang guru SD Kartika II-2 Palembang bernama Kartini mengatakan diliburkannya siswa-siswa ini adalah instruksi Kepala Dinas Pendidikan setempat.

"Mudah-mudahan bencana asap dampak kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2019 ini bisa segera diatasi satgas gabungan penanggulangan karhutla Sumsel," ujar Kartini. "Sehingga anak-anak bisa kembali belajar dan masuk sekolah seperti biasanya."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts