Tawaran Uang Hingga Ancaman, Ini Sederet Rintangan Demo Mahasiswa
Twitter/DW19081
Nasional
Rusuh Demo Mahasiswa

Aksi massa yang digelar mahasiswa rupanya tak melulu berjalan mulus. Berbagai rintangan harus mereka hadapi, seperti kisah-kisah yang dibagikan berikut ini.

WowKeren - Sebulan belakangan aliansi mahasiswa memang terus menjadi pembicaraan. Pasalnya mereka beramai-ramai terjun langsung ke jalan demi memprotes sejumlah kebijakan kontroversial pemerintah.

Seperti soal revisi UU KPK. Diketahui UU tersebut telah resmi berlaku sejak kemarin (17/10), padahal sebagian besar masyarakat menginginkan agar keabsahan legislasi itu dicabut.


Namun ada fakta menarik di balik keberjalanan demonstrasi mahasiswa ini. Koordinator Wilayah BEM SI se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit, mengungkapkan sederet rintangan yang harus mereka lewati setiap kali hendak menggelar aksi.

Abbas, demikian biasa ia dipanggil, mengaku pihaknya selalu mendapatkan larangan bila hendak menggelar aksi. Larangan ini tak selalu diberikan dalam bentuk peringatan. Sebab ia mengaku pernah menerima tawaran sejumlah uang asal tak jadi turun ke jalan.

"Kalau untuk itu (ditawari uang) banyak banget Mas, terkait dengan menjanjikan sesuatu lah untuk kita tidak aksi. Banyak banget," jelas Abbas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). "(Tawaran uang) minggu-minggu ini. Ketika ada isu mulai ada aksi di tanggal 20 Oktober 2019."

Larangan juga diterimanya dari universitas. Pasalnya pihak kampus mendadak menawarkan kegiatan seperti seminar dengan dana yang besar. Semua itu dilakukan agar mahasiswa "repot" dan tak punya kesempatan untuk menggelar unjuk rasa.

"Apalagi pihak kampus, menawarkan kegiatan-kegiatan seminar, yang lumayan besar juga budget-nya," katanya, dilansir Kompas. "Tapi saya kira, tujuan itu untuk tidak ada aksi pada hari ini atau sampai 20 Oktober 2019."

Namun rintangan terberat adalah seperti kisah yang dibagikan Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah, Sultan Rivandi. Sultan mengaku sempat diancam oleh sejumlah orang tak dikenal usai mengikuti aksi di Gedung Parlemen pada akhir September 2019 lalu.

"Secara pribadi dan mungkin secara umum mahasiswa merasa upaya penggembosan itu ada. Memang nyata," ujarnya. "Saya rasakan juga secara pribadi. Ya ancaman dan ada mungkin tawaran (uang) serta godaan."

Beruntung idealisme yang dijunjung para mahasiswa ini begitu kuat. Sultan mengaku menolak tegas seluruh tawaran tersebut. Ia pun tak menampik ada kekhawatiran usai menolaknya, namun rasa itu berhasil dikalahkan dengan semangat mahasiswa lain dalam menegakkan keadilan.

Sementara itu, aksi massa yang sedianya digelar hari ini diketahui dibatalkan. BEM SI mengaku akan menggelar konsolidasi internal sembari menunggu iktikad baik Presiden Joko Widodo terkait penerbitan Perppu KPK.

You can share this post!

Related Posts
Loading...