Survei Parameter Politik Ungkap Mayoritas Publik Tolak Gerindra Gabung Jokowi
Nasional

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, penolakan keras disuarakan secara konsisten oleh basis pemilih PDIP, NasDem, Gerindra, dan PKS.

WowKeren - Isu merapatnya Partai Gerindra ke pemerintahan Joko Widodo santer terdengar menjelang hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Parameter Politik Indonesia lantas merilis survei tentang bergabungnya Partai Gerindra ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan data survei tersebut, hanya 32,5 persen masyarakat yang setuju dalam menyikapi agresivitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang tampak ingin berkoalisi dengan Jokowi. Sedangkan masyarakat yang tidak setuju mencapai 40,5 persen.


Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, penolakan keras disuarakan secara konsisten oleh basis pemilih PDIP, NasDem, Gerindra, dan PKS. Selain itu penolakan juga disuarakan oleh anggota ormas Islam seperti FPI, PA 212, dan Persis. "Sementara basis pemilih partai lain relatif cair dan moderat," ungkap Adi di kantor Parameter Politik Indonesia di Jakarta Selatan pada Kamis (17/10).

Menurut Adi, masyarakat yang setuju Partai Gerindra bergabung dengan pemerintah adalah pihak yang menilai bahwa perselisihan tak perlu berlanjut lantaran Pilpres telah usai. Para pihak yang setuju juga menilai bahwa bergabungnya Partai Gerindra bisa ikut membantu menguatkan pemerintahan Jokowi dalam membangun bangsa.

"Sementara yang tidak setuju menyatakan koalisi belum mampu menerima kekalahan saat Pilpres karena menganggap Jokowi curang," jelas Adi. Selain itu, publik yang menentang juga berharap tidak bergabungnya Partai Gerindra akan menyediakan penyeimbang di luar pemerintah.

Survei Parameter Politik Indonesia ini dilakukan dalam skala nasional dengan metode wawancara tatap muka (face to face interview). Wawancara dilakukan pada 5-12 Oktober 2019 dengan sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi berdasarkan metode stratified multi stage random sampling. Margin of error survei ini adalah 3,1 persen dengan tingkat 95 persen.

Sebelumnya, Gerindra telah menyampaikan 3 sikap politik mereka dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada Rabu (16/10). Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa dirinya sudah menyerahkan konsep dorongan besar ekonomi kepada Jokowi.

Selain itu, Prabowo juga menyatakan siap apabila Jokowi ingin menggunakan konsep tersebut dengan melibatkan Partai Gerindra di dalam pemerintahan. Namun, apabila Jokowi tidak menggunakan konsep tersebut, maka Gerindra tidak mempermasalahkan dan akan tetap bekerjasama demi kemajuan bangsa dengan menjadi oposisi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts