Pernyataan Anggota Parlemen Soal Pembebasan Wamil untuk BTS Tuai Pro Kontra
twitter/bts_bighit
Selebriti

Anggota parlemen pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa pembebasan wajib militer untuk bintang-bintang K-Pop berprestasi seperti BTS harus dievaluasi kembali.

WowKeren - Masalah pembebasan wajib militer untuk bintang-bintang K-Pop berprestasi seperti BTS (Bangtan Boys) masih menjadi sorotan publik. Kali ini Kepala Eksekutif Noh Hyung Wook mengumumkan bahwa hal tersebut harus dievaluasi kembali berdasarkan keadaan saat ini.

Sebuah inspeksi parlemen dari Komite Urusan Negara baru-baru ini diadakan di mana Kepala Eksekutif Noh Hyung Wook menekankan perlunya K-Pop dianggap sebagai salah satu seni, yang berarti mereka dapat memenuhi syarat untuk pembebasan militer.


"Kami tidak punya pilihan selain mengevaluasi kembali bagaimana pembebasan militer harus diterapkan pada bintang-bintang K-Pop. Kita harus memeriksa kembali apakah seni seharusnya hanya mencakup seni tradisional, atau jika harus menyertakan K-Pop juga karena keadaan saat ini," kata Noh Hyung Wook.

Anggota Parlemen Kim Byung Wook dari Partai Demokrat setuju dengan pernyataan ini dan menyatakan mengapa ia percaya grup K-Pop seperti BTS harus dipertimbangkan kembali untuk pembebasan militer.

"Pembebasan militer harus berubah seiring dengan perkembangan zaman. BTS baru-baru ini berhasil menempati posisi pertama di Billboard Chart beberapa kali, dan menurut laporan, kontribusi mereka terhadap ekonomi adalah sekitar 5,3 triliun won," ujar Kim Byung Wook.

"Kalian semua harus mengakui bagaimana grup K-Pop seperti BTS meningkatkan reputasi nasional kita. Sebelumnya, Korea dikenal dengan Kimchi (makanan), Bulgogi (makanan), atau Gerakan Saemaeul kepada orang-orang di luar negeri, tapi sekarang, K-Pop adalah industri yang paling berpengaruh," tambahnya.

Kim Byung Wook menjelaskan bahwa mereka telah menerima petisi nasional yang meminta budaya pop dan K-Pop untuk sekarang dianggap sebagai industri yang menerapkan pengecualian militer, dan bahwa ada kebutuhan untuk mengevaluasi kembali masalah tersebut untuk membuat Korea menjadi negara terkemuka konten media.

Menurut undang-undang dinas militer saat ini, peraih medali Olimpiade, serta artis dan musisi pemenang hadiah, memenuhi syarat untuk menerima perlakuan khusus ketika bertugas di militer. Karena alasan itu, banyak yang menyatakan bahwa tidak adil membatasi perlakuan khusus hanya pada artis dan musisi tradisional, dan bagaimana mengecualikan artis K-Pop tidak sesuai dengan keadaan saat ini di mana musik K-Pop terkenal secara global.

Namun pernyataan mereka menuai pro kontra dari netizen. "Pembebasan wajib militer untuk BTS tidak ada masalah. Mereka adalah kebanggaan Korea. Tapi anak-anak itu (personel BTS) mengatakan mereka akan pergi wamil. Kenapa kalian terus mengatakan bahwa mereka tidak ingin wamil sebagai tentara? Kalian mencoba mencegah pembebasan militer untuk idol-idol lain dengan menggunakan BTS dan kami tidak menyukainya," komentar netizen.

"Baru-baru ini aku melihat artikel yang mengatakan, 'Kami tidak mempertimbangkan pengecualian layanan militer untuk penyanyi pop.' Namun setelah SuperM peringkat satu di Billboard, ada beberapa postingan yang mengatakan, 'Kita harus melihatnya secara positif.' BTS bukan satu-satunya yang akan dipertimbangkan dan diuntungkan. Namun BTS selalu disebutkan dalam judul artikel. Jangan bersembunyi di balik perisai BTS. Dan yang terpenting, Yoon Sang Geun (reporter yang sering bermasalah dengan BTS) menulis artikel ini," tambah netizen.

"Pada 29 Maret, Asosiasi Manajemen Korea (KMA) mengadakan pertemuan dengan para pejabat tinggi dari agensi-agensi besar untuk membahas situasi mengenai pendaftaran militer dari seniman budaya pop, waktu pendaftaran mereka dan kemungkinan alternatif untuk dinas militer. Pejabat dari SM Entertainment, YG Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment dan Jellyfish Entertainment dan lain-lain menghadiri pertemuan. Big Hit bahkan tidak menghadiri pertemuan itu, tapi orang-orang tetap menyumpahi BTS. Sekarang, setelah SuperM No. 1 dengan bundel, mereka mempertimbangkannya," sahut yang lain.

You can share this post!

Related Posts
Loading...