Tak Hanya Menteri, Prabowo Disebut-Sebut Bakal Jadi Jenderal Bintang Empat
Nasional
Peluang Prabowo Jadi Menhan

Sejak beberapa waktu lalu Prabowo Subianto sudah diisukan akan menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun belakangan isu itu makin terang mendekati kenyataan.

WowKeren - Diketahui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto digadang-gadang bakal menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Kerja Jilid II. Perihal bergabungnya Prabowo dalam Kabinet Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024 sendiri sebenarnya sudah sejak lama berembus, namun semakin terang belakangan ini.

Namun ternyata tak hanya akan menjadi menteri, Prabowo pun siap "diganjar" dengan hal lain. Diungkapkan oleh pengamat, besar kemungkinan Prabowo akan diberi tambahan bintang kehormatan.


Sebagai pengingat, pangkat terakhir Prabowo di TNI AD adalah sebagai Pangkostrad dengan bintang tiga, atau Letnan Jenderal. Bila jadi menjabat sebagai Menhan, maka Prabowo berpotensi menjadi Jenderal dengan pangkat bintang empat di pundaknya.

"Sebagai Menteri Pertahanan dia akan dinaikkan jadi bintang empat. Karena dia sebagai Menhan memerlukan bintang empat supaya sederajat dengan panglima dan jajaran terkait lainnya," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, Senin (21/10). "Prabowo akan menampilkan wajah pertahanan Indonesia yang sagar, akan terlahir lagi macan Asia."

Terkait dengan bergabungnya Prabowo di kabinet, Qodari pun ikut memberikan asumsinya. Menurutnya, Prabowo punya hitung-hitungan tersendiri mengapa bersedia "turun pangkat" dari Calon Presiden menjadi menteri Jokowi. Alasannya, ungkap Qodari, tak jauh-jauh dari konteks Pemilihan Presiden 2024.

"Pertama, Pemilihan Presiden 2024. Jadi bisa dikatakan ini preambule menuju koalisi besar yang dimotori Gerindra dan PDIP di 2024, entah siapa calon presidennya," jelas Qodari, dilansir Detik News. "Konteks hari ini Capres-nya Prabowo."

Di sisi lain, koalisi yang sangat gemuk ini juga berpotensi memuluskan rencana amandemen UUD 1945. Konsolidasi kedua pihak yang berseberangan selama Pilpres 2019 ini pun dipandang sebagai hal positif oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kendati demikian ia tak menampik akan ada sejumlah pihak yang menolak rencana bergabungnya Prabowo di kabinet. Terutama dari kalangan pendukung Prabowo yang cenderung agamis dan tak menyukai Jokowi.

"Mungkin saja ada pendukung yang kecewa. Tapi kalangan nasionalis yang memimpikan pemimpin yang tegas mungkin makin terpesona dengan Prabowo," tutur Qodari. "Mungkin saja pendukung Jokowi juga akan terpesona. Jadi pendukung Prabowo selain kampret akan ketambahan cebong rasa kampret juga."

You can share this post!

Related Posts
Loading...