Komentari Soal Prabowo Jadi Menhan, Gubernur Jateng: Ramalan Santri Terbukti
Twitter
Nasional
Peluang Prabowo Jadi Menhan

Prabowo Subianto disebut-sebut akan menjadi menteri di bidang pertahanan dalam kabinet Jokowi. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan jika hal tersebut tak lepas dari ramalan santri yang sempat viral 2016 lalu.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah memanggil sejumlah tokoh yang kabarnya akan digadang-gadang sebagai calon menterinya di periode 2019-2024 ke Istana Kepresidenan, Senin (21/10). Salah satu yang terlihat merapat adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Usai pertemua dengan Jokowi, Prabowo mengaku jika dirinya diminta oleh orang nomor satu di Indonesia untuk membantu di kabinetnya terutama di bidang pertahanan. "Saya baru saja menghadap presiden RI yang kemarin baru dilantik. Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau," tutur Prabowo.



"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Gerindra apabila diminta kami siap membantu dan hari ini resmi diminta. Saya diminta untuk di bidang pertahanan," sambungnya. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun buka suara.

Menurut Ganjar, terbukanya peluang Ketua Umum Partai Gerindra menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf tersebut tak terlepas dari peran santri. Pasalnya, sejak 2016 lalu seorang santri telah "meramalkan" hal tersebut.

Selama ini, santri biasa dikenal dengan beragam doanya yang berbau ramalan. Salah satu buktinya adalah Prabowo Subianto yang pernah disebut sebagai menteri Presiden Jokowi oleh santri Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang.

"Yang paling legend dari santri adalah doanya yang kadang berbau ramalan," kata Ganjar di hadapan ribuan santri yang tengah mengikuti acara Jateng Bersalawat di lapangan Gandirejo Sedan Kabupaten Rembang, Senin (21/10). Ia juga menambahkan jika pada 2016 lalu, santri tersebut menyebutkan tiga nama yang disebut menjadi menteri Jokowi yaitu, Megawati, Ahok dan Prabowo.

Terkait kedatangan Prabowo di Istana Kepresidenan, Senin (21/10) sore yang menandakan bergabungnya dia dalam kabinet, Ganjar mengatakan jika hal tersebut merupakan bentuk harmonisasi dan persatuan Indonesia. Bahkan menurutnya harmonisasi tersebut semakin bisa dirasakan oleh masyarakat.

"Hampir-hampir tidak ada yang berceletuk maupun berteriak yang tidak sesuai. Semuanya gembira," kata Ganjar. Menurutnya, ini akan menjadi pertanda positif bagi jalannya roda pemerintahan di bawah Kepemimpinan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"Kemarin diundang menyaksikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," sambungnya. "Suasananya serba baru, protokoler baru dan suasana persatuannya luar biasa."

You can share this post!

Related Posts
Loading...