Moeldoko Sebut Jokowi Ingin Demonstrasi Tak Dijaga Ketat Polisi
Nasional

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Jokowi memperhatikan demonstrasi yang digelar mahasiswa dan ingin agar polisi tak melakukan penjagaan ketat saat mahasiswa turun ke jalan.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, terjadi gelombang demo mahasiswa selama berhari-hari di Indonesia. Ribuan polisi pun diturunkan untuk mengamankan aksi mahasiswa yang menolak berbagai undang-undang yang kontroversial.

Sayangnya, demonstrasi tersebut memakan banyak korban. Beberapa mahasiswa yang turun ke jalan bahkan meninggal dunia dalam demo yang berujung anarkis di beberapa wilayah. Penyebab jatuhnya korban tersebut diantaranya adalah karena tertembak peluru yang tidak dikenal asalnya, hingga dugaan penganiayaan oleh polisi.


Namun, baru-baru ini Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar demonstrasi tak dijaga oleh polisi. "Tadi presiden mengatakan coba sekali-kali polisi tidak perlu jaga itu demo. Ini maknanya apa? Presiden sangat peduli soal itu," kata Moeldoko pada Rabu (30/10).

Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Jokowi menyampaikan hal itu dalam rapat internal dengan sejumlah jajarannya. Akan tetapi, keinginan tersebut belum disampaikan kepada Kapolri baru yakni Komjen Idham Azis.

"Belum, baru tadi dalam rapat internal tadi presiden mengatakan itu," ujar mantan Panglima TNI ini. "Perlu kita coba kepolisian tidak rapat seperti itu. Nanti kita diskusikan, perlu brainstorming dengan komandan-komandan lapangan."

Moeldoko kemudian menilai bahwa keinginan Jokowi tersebut mungkin saja bisa dilaksanakan. Aparat tidak perlu berada dekat dengan massa saat menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, menurutnya aparat juga harus siaga jika ada hal yang tak diinginkan.

"Ya mungkin tidak harus (ada kawat berduri)," kata Moeldoko. "Karena begitu ada aparat keamanan, biasanya dibuat-buat demo itu. Menjauh saja aparatnya, kita perlu coba itu. Begitu anarkis baru kita datang."

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko juga membantah penelitian yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat Lokataru yang mengatakan bahwa ruang kebebasan sipil semakin sempit di era pemerintahan Jokowi. "Enggak lah. Demokrasi kita sudah maju. Enggak ada mengekang," kata nya.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts