Dikritik PSI Soal Anggaran Janggal, Gubernur DKI Anies Baswedan: Orang Baru Manggung
Nasional
Heboh Anggaran DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan bahwa dirinya memilih untuk mengoreksi kejanggalan perencanaan anggaran secara internal dan tidak mengumbarnya ke pihak luar.

WowKeren - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti kejanggalan yang ada di perencanaan anggaran Pemprov DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Fraksi PSI, William Aditya Sarana, mempertanyakan anggaran lem Aibon sebanyak Rp 82 miliar dan juga ballpoint sebanyak Rp 124 miliar. PSI bahkan menggelar konferensi pers soal anggaran DKI pada Rabu (30/10).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sendiri telah buka suara atas kejanggalan rencana anggaran tersebut. Namun dalam penjelasannya, terdapat sindiran yang terselip bagi PSI.


Anies mengaku sudah lebih dahulu menyisir perencanaan anggaran dan menyampaikan kejanggalan yang ia temui ke anak buahnya pada 23 Oktober 2019. Kejanggalan tersebut disampaikan Anies dalam acara tertutup, namun videonya telah diunggah ke kanal YouTube Pemprov DKI pada 29 Oktober 2019.

"Saya kerjakan satu-satu kemarin. Tapi saya tidak berpanggung. Jadi mengerjakan itu tidak kemudian. Saya kerjakan," tutur Anies pada Rabu (30/10). "Satu-satu lihat, tim kita review satu-satu. Dan saya panggil semuanya, saya tunjukkan keanehan itu. Saya tidak umumkan keluar."

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menjelaskan dirinya memilih untuk mengoreksi anggaran secara internal dan tidak mengumbarnya ke pihak luar. Bahkan, Anies mengaku sudah berbicara ke jajarannya sebelum PSI mulai menyoroti perencanaan anggaran tersebut.

"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong. Saya sudah bicara di dalam. Saya sudah bicara sebelumnya dan kita review. Bedanya, saya tidak manggung. Bagi orang-orang baru, manggung. Ini adalah kesempatan beratraksi," ujar Anies. "Saya mau memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian."

Menurut Anies ada 3 pilihan bagi seseorang berbicara. Yakni menyelesaikan masalah, memperumit masalah, atau mengaktualisasi diri.

"Itu tiga pilihan itu kalau bicara. Nah saya bicara untuk menyelesaikan masalah," pungkas Anies. "Karena itu saya panggil, saya koreksi satu per satu."

Sebelumnya, Anies memang telah menyoroti anggaran alat tulis kantor (ATK) yang meningkat drastis. Anggaran ATK 2019 sebesar Rp 349 miliar yang meroket menjadi Rp 1,6 triliun pada 2020.

"Belanja alat tulis tahun ini Rp 349 miliar, tahun depan Rp 1,6 triliun. Abrakadabra," ujar Anies saat memberikan arahan pembahasan rancangan Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dan RAPBD Tahun Anggaran 2020. "Bagaimana kita menjelaskannya bapak ibu sekalian? Ini namanya self humiliation. Mempermalukan diri sendiri."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts