Sering Dicap Buruk Orang Lain, Arie Kriting Justru Hadapi Dengan Santai
Selebriti

Komika Arie Kriting mengaku bahwa dirinya kerap dibully dan dicap buruk. Tak jarang ia pun merasakan 'jari-jari jahat' netizen Meski begitu, Arie hanya menanggapi bully-an yang ditujukan padanya dengan santai.

WowKeren - Kehidupan selebriti memang kerap menjadi sorotan masyarakat. Tak jarang pula para artis kerap mendapatkan hujatan maupun bully-an secara langsung ataupun melalui media sosial.

Salah satu artis yang menjadi sorotan akhir-akhir ini adalah Arie Kriting. Pasalnya, nama komika tersebut mulai mencuat setelah diberitakan jika hubungannya dengan sang kekasih Indah Permatasari terhalang oleh restu orang tua.


Tak jarang, pemilik nama asli Satriaddin Maharinga Djongki ini kerap merasakan sadisnya jempol netizen di media sosial. "Kalau bully-membully kita manusia pasti pernah mem-bully. Apalagi saya potongan kayak gini," ujarnya saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (2/11).

Tak hanya sekadar di-bully, Arie bahkan pernah merasakan intoleransi sebagai Warga Negara Indonesia. Namun, dirinya tak ingin terlalu memikirkan hal tersebut.

"Untuk saya pribadi, menjaga toleransi tidak usah fokus membicarakan noda-noda kecil dalam toleransi kebangsaan. Jadi, apakah saya pernah merasakan intoleransi?," tuturnya. "Ya pernah, cuma saya jauh lebih banyak mengalami toleransi, kayak saya punya banyak banget teman Jawa, sampai saya bisa bahasa Jawa."

Meski kerap mendapatkan bully-an di media sosial, kekasih Indah Permatasari ini tak pernah mau ambil pusing. Menurutnya, orang-orang tersebut kebanyakan tidak menggunakan identitas aslinya di media sosial.

"Di-bully di sosmed sih udah biasa, maksudnya yang bully enggak pakai identitas asli. Kalau identitas asli, ya ayolah (diladenin)," ujar Arie sambil tertawa. Selain itu, alasannya tak menanggapi komentar-komentar jahat yang dilontarkan netizen adalah karena ingin membatasi menjadi orang jahat.

"Karena kalau kita mancing orang jadi jahat, pada akhirnya media sosial itu bisa jadi ruang mereka melampiaskan," paparnya. "Misalnya, masalah pribadi di rumah yang enggak bisa selesai, jahat di sosmed saja. Malah makin bablas."

Lebih lanjut, pemain film "Kulari ke Pantai" itu pun mengatakan jika dirinya tak perlu menunjukkan ke orang lain jika dirinya tidak seperti yang diperkirakan orang-orang. "Enggak perlu. Saya mah mau dianggap buruk ya udah, dianggap baik ya udah. Saya sih mau jadi manusia biasa aja sih. Kalau sedih ya sedih, kalau marah ya marah," tandasnya. "Ada hal yang membuat saya sedih, bahagia, atau baik-baik saja, ada yang buat saya bahagia. Jadi, saya tidak perlu menjelaskan saya sebaik atau seburuk apa."

You can share this post!

Related Posts
Loading...