Dikritik Keras Usai Wacanakan Larangan Cadar, Menag Fachrul Akui Siap Teladani Rasul
Nasional
Larangan Cadar PNS

Menag Fachrul Razi menerima banyak penolakan sejak dilantik pada Rabu (23/10) lalu. Komentar miring terhadap dirinya pun semakin kencang usai wacana larangan pemakaian cadar mencuat di kalangan masyarakat.

WowKeren - Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo terhitung sudah berusia dua minggu. Namun sepanjang itu pula penolakan rupanya masih diterima oleh beberapa menteri. Salah satu yang menerima banyak penolakan adalah Menteri Agama Fachrul Razi.

Bukan tanpa alasan, pasalnya Fachrul mendobrak tradisi Menag Indonesia yang selama ini "dikuasai" oleh kader Nahdlatul Ulama. Selain itu, fokus pekerjaan Fachrul yang menyasar pada terorisme di Indonesia pun menjadi bahan pembicaraan publik.


Yang terbaru, Fachrul semakin menjadi bulan-bulanan lantaran sempat menyatakan bakal melarang penggunaan cadar atau niqab dan celana cingkrang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kendati demikian, belakangan wacana itu diklarifikasi oleh pihak Kemenag.

Menanggapi berbagai penolakan yang dialaminya, Menag Fachrul pun bersedia membagikan pandangannya. Fachrul mengaku legawa dengan segala penolakan tersebut. Ia bahkan menjadikan "suara-suara" penolakan itu sebagai sarana untuk meneladani pribadi Nabi Muhammad SAW.

"Kalau Anda peduli dengan ornag kecewa, Rasulullah pun diangkat menjadi rasul, ribuan orang kecewa," ujar Fachrul kala ditemui di Kantor Kemenag, dilansir dari laman IDN Times pada Senin (4/11). "Bukan saya selevel rasul, maksud saya, orang-orang kecewa itu pantas menurut pertimbangan dia."

Oleh karena itu, Fachrul memastikan dirinya akan bekerja keras untuk "membungkam" seluruh keraguan atas kapabilitasnya. Ia juga menegaskan tak akan mengambil kebijakan yang di luar kewenangannya. Kekhawatiran ini sendiri mencuat lantaran publik melihat latar belakang Fachrul sebagai purnawirawan jenderal TNI AD.

"Tapi kan kewajiban kita melakukan tugas sebaik mungkin," katanya. "Memberikan penjelasan-penjelasan sehingga yang mereka bayangkan itu, oh Pak Fachrul ternyata tidak seperti itu."

Sementara itu, terkait dengan wacana larangan pemakaian cadar, Fachrul pun sempat memberikan tanggapannya. Ditemui di kesempatan berbeda, Fachrul membantah perihal larangan tersebut.

Dengan tegas, sang mantan Wakil Panglima TNI menegaskan bahwa dirinya tidka pernah melarang pemakaian cadar. Ia hanya menyatakan bahwa pemakaian cadar bukanlah tolok ukur ketakwaan seseorang.

"Enggak ada larangan, enggak pernah ada larangan," tegas Fachrul pada Jumat (1/11), dilansir Tribun News. "Saya cuma bilang itu (cadar) bukan ukuran ketakwaan."

Namun menurutnya sebuah kewajaran bila ada suatu instansi yang melarang penggunaan cadar oleh pegawainya. Hal itu merupakan kewenangan masing-masing instansi. "Ya kalau di pegawai-pegawai, jelas ada aturannya kan," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts