Politikus PDIP Laporkan Novel Baswedan, KPK: Di Luar Rasa Kemanusiaan
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Politikus PDIP melaporkan Novel Baswedan ke kepolisian dan menuduh kasus penyiraman air kerasnya hanyalah rekayasa, KPK ikut menyindir keras sebagai tindakan tak manusiawi.

WowKeren - Politikus PDIP Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung telah melaporkan penyidir senior KPK Novel Baswedan ke sentra pelayanan kepolisian terpadu Polda Metro Jaya. Dewi melaporkan Novel Baswedan dengan tuduhan telah menyebarkan berita bohong.

Dewi menuding Novel Baswedan telah merekayasa kasus penyiraman air keras yang menyebabkan matanya rusak. Pihak KPK pun langsung angkat berbicara mengenai pelaporan yang dilakukan Dewi.


Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan tindakan Dewi yang melaporkan Novel benar-benar sudah di luar rasa kemanusiaan. Apalagi, selama ini masyarakat Indonesia sudah jelas-jelas mengetahui bahwa Novel merupakan korban teror yang hingga sekarang pelakunya masih belum berhasil ditangkap oleh penyidik Polri.

Febri mengaku tak habis pikir bagaimana bisa ada pihak yang menuduh jika kasus Novel merupakan sebuah rekayasa. Bahkan, ketika Novel dilarikan ke sebuah rumah sakit di Singapura, dokter yang menangani Novel kala itu mengatakan bahwa benar mata Novel tersiram air keras sehingga mengalami kerusakan.

"Kami sangat menyayangkan dan rasanya ada orang-orang yang bertindak di luar rasa kemanusiaan," ujar Febri di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Rabu (6/11). "Bahkan bila kita dengar konferensi pers dari tim gabungan yang dibentuk oleh Polri itu jelas disebut di sana penyiraman dan karakter air keras yang terkena kepada Novel. Nah sekarang bagaimana mungkin Novel yang dituduh melakukan rekayasa tersebut."

Oleh sebab itu, Febri berharap jika polisi akan menyikapi pelaporan ini dengan profesional. Febri percaya jika polisi tidak mungkin meningkatkan pelaporan tersebut ke tahap penyidikan bila buktinya tidak ada.

Selama ini, Febri menegaskan jika Novel merupakan seorang korban yang berkali-kali dituduh dengan berbagai kebohongan. Ia pun berharap agar Polri dapat segera mengungkap pelaku dan dalang di balik kasus penyerangan Novel agar tidak banyak tuduhan-tuduhan seperti ini yang terus bermunculan.

"Ia (Novel Baswedan) adalah korban jangan sampai korban menjadi korban berulang kali karena berbagai isu hoaks begitu, kebohongan dan lain-lain," kata Febri. "Apa lagi presiden sudah memberikan target meskipun kemarin diperpanjang (waktu pengutusan untuk tim teknis penyidikan kasus Novel)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...