Dituding Rekayasa, KPK Jelaskan Kondisi Mata Novel Baswedan
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan dituding hanyalah rekayasa hingga berujung pelaporan. Hal ini membuat KPK turut angkat bicara soal kondisi mata Novel yang sebenarnya.

WowKeren - Kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pembertansan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali menjadi sorotan usai dituduh hanya rekayasa. Bahkan tudingan tersebut berujung pada pelaporan polisi kepada penyidik senior KPK tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, KPK pun memberikan penjelasan secara rinci terkait kondisi mata penyidik Novel Baswedan tersebut. Penjelasan tersebut dijabarkan oleh KPK di Twitter melalui akun @KPK_RI.


"KPK menyimak beredarnya informasi-informasi keliru dan bahkan cenderung sebagai penyebaran informasi bohong tentang kondisi mata pegawai KPK Novel," katanya melalui Twitter. Diketahui jika teror penyiraman air keras itu dialami Novel pada 11 April 2017 dalam perjalanannya usai salat subuh di masjid dekat kediamannya di Jakarta Utara.

Novel sempat lari kembali masuk ke dalam masjid untuk membasuh wajahnya dengan air lalu ia menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga tetapi berpindah ke Jakarta Eye Center. Baru keesokan harinya, Novel baru di bawa ke Singapore National Eye Centre.

"Melalui serangkaian perawatan,tim dokter berhasil membersihkan luka bakar di wajah & membersihkan residu air keras di saluran pernapasan karena terdapat luka bakar di rongga hidung," terangnya. "Proses penyembuhan area luar ini cenderung lebih cepat karena kemampuan regenerasi kulit yg lebih baik Kondisi seluruh selaput pelindung kornea mata Novel saat itu terbakar sehingga opsi yang dilakukan oleh dokter pada saat itu adalah menunggu proses pertumbuhan selaput mata."

Pertumbuhan selaput mata kiri Novel mengalami gangguan sehingga Novel diharuskan untuk mengikuti prosedur operasi Osteo-odonto-keratoprosthesis (OOKP). Namun pada mata kiri yang dioperasi itu terjadi pendarahan di balik mata sejak 4 bulan lalu. Sehingga mengakibatkan pandangan menjadi gelap dan tidak bisa melihat sama sekali.

"Bila kondisi baik, mata kiri menjadi tumpuan penglihatan karena dapat digunakan untuk membaca dengan bantuan lensa kacamata (plus) 4, namun dengan sudut pandang penglihatan yang sempit," paparnya. "Selain itu, saat ini kondisi mata sebelah kanan Novel pun tidak bisa melihat jelas dan tetap menggunakan hard lens untuk membantu melihat dengan lebih baik."

Sebelumnya diberitakan jika tudingan rekayasa kasus Novel kembali muncul lewat sebuah video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang mempertanyakan terkait kebenaran kasus penyerangan penyidik senior KPK tersebut.

"Yang aku pertanyakan, saat Novel Baswedan tertangkap kamera dari TV NET, kalau dia sedang disorot sama TV NET gitu, kok matanya masih bisa melirik seperti biasa ke arah kamera, sedangkan katanya kena air keras," ujar perempuan tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...