Sambangi Keluarga Korban Atap SD Roboh di Pasuruan, Mendikbud Nadiem: Luar Biasa Sedihnya
Nasional

Peristiwa robohnya atap Gedung SDN Gentong, Pasuruan, yang merenggut nyawa seorang siswa dan seorang guru honorer ini membuat Mendikbud Nadiem Makarim langsung turun ke lapangan.

WowKeren - Insiden ambruknya atap SDN Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa (5/11) meninggalkan luka bagi dunia pendidikan Indonesia. Peristiwa nahas yang merenggut nyawa seorang siswa dan seorang guru honorer ini membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim langsung turun ke lapangan.

Nadiem berusaha untuk membendung air matanya kala mengunjungi rumah keluarga korban yang bernama Irza Almira. Irza sendiri merupakan siswi kelas II SDN Gentong.


Dalam kesempatan tersebut, Nadiem tampak banyak berbincang dengan perwakilan keluarga Irza. Setelah berbincang, Nadiem mengangkat tangannya dan mengajak keluarga Irza berdoa agar sang korban mendapat ketenangan di sisi Tuhan. Mantan CEO Gojek tersebut tampak berada di rumah keluarga Irza sekitar 10 menit.

Setelah itu, Nadiem pun melanjutkan kunjungan ke rumah guru honorer yang juga menjadi korban, Sevina Arsy Putri Wiijaya. Rumah mendiang Sevian hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari SDN Gentong.

Di rumah Sevina, Nadiem tampak berbincang pula dengan pihak keluarga. Nadiem lantas mengakhiri kunjungannya dengan berdoa

"Bagi saya ini suatu hari yang luar biasa sedihnya, saya melihat ada 4 ruang kelas yang ambruk ada dua korban dan satu murid," tutur Nadiem pada Kamis (7/11). "Saya ucapkan belasungkawa saya, saya turut berduka cita sama keluarga korban."

Sebelum mengunjungi rumah keluarga korban, Nadiem juga sempat mengecek langsung kondisi bangunan SDN Gentong. Kedatangan Nadiem tersebut disambut oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya adalah Plt Kadispendik Provinsi Jatim Hudiono, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno, Sekda Pasuruan Kota Bahrul Ulum, Kepala SDN Gentong Ida Ariyani dan sejumlah staf guru di sekolah itu.

Terpantau, atap ambruk terjadi pada 4 ruangan kelas, yakni kelas II A, II B, V B, dan V A. Selain menelan 2 korban jiwa, insiden tersebut juga membuat 11 siswa mengalami luka-luka.

Setelah berkeliling dan mengecek kondisi gedung sekolah, Nadiem langsung menggelar rapat bersama guru dan jajaran Pemkab Pasuruan. Namun, rapat tersebut digelar secara tertutup.

You can share this post!

Related Posts
Loading...