Videonya Digunakan Untuk Sudutkan Novel Baswedan, Reporter Ini Angkat Bicara
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Videonya saat meliput Novel Baswedan dua tahun yang lalu jadi viral hingga dibuat untuk menyudutkan penyidik senior KPK. Reporter bernama Delviana Azari akhirnya buka suara terkait video tersebut.

WowKeren - Tudingan rekayasa kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hangat diperbincangkan. Hal ini bermula setelah potongan video pemberitaan NET TV yang memberitakan dirawatnya Novel di Singapura tahun 2017 lalu menjadi viral di media sosial.

Potongan video tersebut ramai dibahas dan diunggah ulang di Twitter dengan narasi yang menyebutkan jika tidak terlihat luka di mata dan pipi Novel. Padahal saat itu, penyidik senior KPK itu baru disiram oleh air keras.


Menanggapi viralnya video liputannya tersebut, reporter NET TV yang saat itu meliput ke Singapura, Delviana Azari akhirnya buka suara terkait kondisi Novel yang dilihatnya saat itu. Ia yang saat itu langsung ke Singapura untuk membuat pemberitaan tentang kondisi dan proses perawatan Novel pun memberi penjelasan jika kondisi mata penyidik KPK saat itu sudah tidak seperti orang normal kebanyakan.

"Di akun yang sempat viral itu kan mempertanyakan kondisi matanya yang katanya it looks too fine. Kalau gue boleh menceritakan apa yang gue lihat saat itu, kondisi mata dari Novel Baswedan itu," ujar Delviana, Kamis (7/11). "Kan waktu sebelum berangkat beliau kan sempat diperban, nah waktu itu udah nggak diperban. Udah dilepas, tapi di sekitar jidat di sekeliling mata kayak ada oranye-oranye kayak Betadine gitu."

"Yang paling miris adalah kondisi bola mata kalau menurut akun itu it looks so fine, gue lihat miris bola mata yang gue lihat, yang gue rekam, mata kita beradu pandang, fokus gue ke bola matanya, bola matanya saat itu warnanya kayak kelereng kehijauan dan sama sekali tidak terlihat normal, itu menurut gue yang gue lihat," sambungnya.

Penjelasan Delviana tersebut disampaikannya melalui video yang diunggahnya di akun YouTube pribadinya. Dikutip dari Detikcom Delviana mengatakan jika video liputan tersebut diambil sekitar 19 April 2017 di Singapore General Hospital.

Saat itu, ia merekam Novel yang sedang dibawa menuju ambulans untuk melakukan pemeriksaan lanjutan dengan kamera ponselnya. Ia juga menjelaskan tentang kondisi kulit di sekitar Mata Novel yang dikatakan "baik-baik saja" itu.

Delviana bahkan sempat menanyakan soal kondisi mata Novel langsung kepada yang bersangkutan. "Nah beliau sempat bilang perawatan di rumah sakit di Singapura sangat baik, recommended, sehingga luka di kulitnya cepat pulih," ucapnya.

Perempuan itu pun menanyakan mengapa video tersebut baru dibahas setelah lebih dari dua tahun. Ia menambahkan mengapa ada orang yang berpikir jika peristiwa tersebut adalah setting-an atau rekayasa.

"Kalau memang ini ini rekayasa, masa iya sih rumah sakit di luar negeri mau diajak kongkalikong, ini yang dipertaruhkan martabat bangsa. Kedua adalah penjagaan," pungkasnya. "Kita pikir pakai logika, dia dijaga, dikawal, tapi saat gue ngerekam kalau itu memang setting-an pasti mereka nggak akan izinin gue ambil gambar kondisi saat itu logikanya dong."

You can share this post!

Related Posts
Loading...