Diminta Belajar Ilmu Agama, Menag Fachrul Razi Beri Tanggapan Santai
Nasional

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Taher meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi belajar apa itu agama. Hal itu disampaikan olehnya saat menggelar raker dengan Kemenag.

WowKeren - Anggota Komisi VIII DPR RI Ali Taher meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi belajar mengenai agama. Ali mengatakan bahwa ia tak ingin lagi mendengar isu-isu radikalisme mencuat.

Fachrul pun menanggapi santai pernyataan Ali. Menurutnya, Ali hanya bercanda. "Oh nggak ada, bukan begitu. Itu (Ali Taher) kan orang agak bercanda-bercanda, suka. Bagus sekali," kata Fachrul usai rapat kerja (raker) dengan Komisi VIII, di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11).


Ia menyebut bahwa suasana raker dengan Komisi VIII tidak tegang. Sebab, baik Komisi VIII maupun Kementerian Agama sama-sama memiliki kepentingan untuk memajukan bangsa.

"Semuanya enak, nggak ada satupun, nggak suasana tegang, semua ketawa," imbuh Fachrul. "Karena kenapa? Semua punya rasa tanggung jawab yang sama terhadap kepentingan bangsa ini ke depan. Nggak ada soal apa-apa."

Pernyataan Ali Taher tersebut disampaikan saat rapat kerja dengan Menag di Kompleks MPR/DPR. Ia mengingatkan Fachrul untuk merujuk kembali ke Pasal 29 terkait agama.

"Oleh karena itu, belajarlah tentang apa itu agama, Pak Menteri," kata Ali. "Dan apa itu faith, dan apa itu religion. Agama, Pasal 29 adalah organisasi, mengatur, buka faith, faith itu iman, jangan diganggu."

Ali Taher tidak setuju jika istilah radikalisme digunakan dalam konteks politik. Sebab jika dibiarkan, pemakaian istilah itu dalam politik justru akan menghancurkan agama.

"Kata radikalisme adalah akar dari sebuah persoalan teologis. Yang keliru adalah menggunakan radikalisme pada konteks politik yang menghancurkan agama," tegas Ali. "Nah oleh karena itu menurut pandangan saya, jika radikalisme digunakan untuk membangun peradaban dan melakukan perjumpaan peradaban, itu kita setuju."

Sebelumnya, nama Fachrul juga sempat menjadi perbincangan usai wacana larangan cadar bergulir. Wacana ini dianggap kurang pantas karena dianggap terlalu merambah ke privasi seseorang. Walau demikian, Fachrul sudah mengonfirmasi bahwa ia tidak melarang pemakaian cadar tetapi sekadar mengingatkan bahwa penggunaan jenis pakaian tersebut tidak ada landasan agamanya.

You can share this post!

Related Posts