PSI Ancam Tolak Anggaran Formula E 2020 DKI Jakarta, Kenapa?
Nasional
Heboh Anggaran DKI Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengancam untuk menolak anggaran Formula E 2020. Hal ini disebabkan karena pihaknya masih belum mendapatkan kajian dari anggaran tersebut.

WowKeren - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengancam akan menolak anggaran penyelenggaraan Formula E Jakarta yang masuk ke dalam rapat APBD. Pasalnya, hingga kini mereka masih belum mendapatkan kajian soal untung dan rugi dari Perhelatan Formula E Jakarta 2020.

"Memang ketika rapat pembahasan, kita membahas ini, kami akan mencoba membatalkan di proses Banggar," ucap anggota Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/11).


Saat ini rencana anggaran Formula E di KUA-PPAS 2020 sudah dibahas dan disepakati termasuk oleh PSI dalam rapat di komisi-komisi DPRD DKI. Pembahasan tersebut akan dilanjutkan di rapat Banggar sebelum dibawa ke Paripurna untuk disahkan.

Karena itu, Anggara mengatakan jika dirinya akan membangun komunikasi dengan fraksi-fraksi lain. Menurutnya masih ada anggota DPRD DKI Jakarta yang tidak setuju dengan penganggaran Formula E tersebut

"Kami bangun komunikasi, kebetulan dari 106 lebih dari 60 persen anggota dewan baru," kata Anggara. "Kami coba jalin komunikasi dengan anggota dewan lain, untuk menyamakan visi misi mengenai permasalahan ini."

Salah satu alasan mengapa anggaran Formula E ditolak masuk ke APBD 2020 karena belum ada kajian soal untung rugi Jakarta sebagai tuan rumah Formula E. Padahal menurutnya, kajian tersebut menjadi komponen yang penting karena menyangkut penggunaan anggaran.

"Ada beberapa dewan lain juga mempertanyakan. Karena kita sampai hari ini pun tidak dapat kajian analisa investasi seperti apa. Apakah menguntungkan atau merugikan?" paparnya. "Harus diingat, jangan sampai kita judi dengan uang rakyat kalau kajian nggak jelas."

Diketahui pada rencana KUA-PPAS 2020, ada beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) yang menganggarkan biaya yang cukup fantastis untuk Formula E 2020. "(Anggaran) 2020 kan Rp 1 triliun lebih. Untuk Dinas Olahraga sekitar Rp 400 miliar, untuk JakPro Rp 700 miliar-an," ujar Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Prabowo di lokasi yang sama.

"Dan itu masih ada pre event lain yang mana kecil-kecil, tapi kurang lebih ya di angka Rp 1 triliun," sambungnya. "(Untuk JakPro) Dana PMD (penyertaan modal dasar), dia dari APBD kita. Itu yang kita pertanyakan."

Padahal sehurnya PMD diberikan untuk pembangunan infrastruktur bukan untuk penyelenggara sementara. "Itu yang kita pertanyakan karena ini cuma event. Sepengetahuan saya, itu lebih logis kalau dipakai untuk sesuatu yang dipegang modal jangka panjang seperti infrastruktur," tambahnya.

You can share this post!

Related Posts