AS dan Tiongkok Menuju 'Damai', Tarif Tambahan Bakal Dihapus
Dunia

Perang dagang antara kedua negara dengan ekonomi terbesr itu dikabarkan akan segera berakhir. Perjanjian untuk menghapus tarif di negara masing-masing sedianya akan segera diteken.

WowKeren - Perseteruan di sektor perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok memang masih berlanjut. Perang dagang ini sendiri diketahui berbuntut sejumlah konflik baru, termasuk mempengaruhi ketahanan ekonomi Indonesia.

Namun kekhawatiran ini tampaknya tak perlu diperpanjang. Pasalnya pada Kamis (7/11) dikabarkan kedua negara adidaya tersebut sudah sepakat untuk mencapai kesepakatan. Buntutnya tentu saja kedua negara akan menghapus tarif-tarif impor yang diberlakukan selama ini.


"Di dua minggu ini, para negosiator telah melakukan pembicaraan serius, diskusi konstruktif," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng, dikutip dari Bloomberg. "Dan setuju untuk menghilangkan tarif-tarif tambahan di tiap fase (kesepakatan) sebagai progres dari perjanjian yang tengah berjalan."

"Jika Tiongkok dan AS mencapat kesepakatan dagang fase pertama, kedua negara harus meninjau kembali semua tarif tambahan," imbuhnya. "Dengan proporsi yang sama secara keseluruhan berdasarkan isi perjanjian, yang mana menjadi situasi penting untuk tercapainya kesepakatan."

Pernyataan ini sendiri langsung berdampak positif terhadap ekonomi global. Dikabarkan pasar saham AS, Wall Street, langsung mencetak rekor pada penutupan perdagangan kemarin, menyusul sikap Tiongkok tersebut.

Kendati demikian, hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS terkait permasalahan tersebut. Namun dalam laporan eksklusif Reuters, kebijakan penghapusan tarif ini mendapat perlawanan internal dari internal Gedung Putih.

Di sisi lain, pertemuan antara kepala dua negara demi mengakhiri perang dagang ini sejatinya sudah dimulai sejak sebulan lalu. Hasilnya kesepakatan fase pertama, seperti yang dijelaskan di awal, akan diteken oleh Donald Trump dan Xi Jinping pada pertengahan November 2019. Namun belakangan isu tersebut dibantah.

Isu ini sendiri menarik perhatian publik, terutama setelah beredar isu kesepakatan bakal mundur hingga Desember 2019. Padahal, seperti diketahui, AS akan menerapkan tarif baru pada barang-barang Tiongkok mulai 15 Desember 2019.

Apabila kesepakatan antara dua negara belum tercapai hingga hari itu, maka besar kemungkinan kenaikan tarif barang akan tetap terjadi. Seperti adanya kenaikan tarif untuk barang-barang elektronik yang mencapai USD 156 miliar.

You can share this post!

Related Posts
Loading...