Diidap Ariel Tatum, Inilah Perbedaan Borderline Personality Disorder Dengan Bipolar
Health

Ariel Tatum beberapa waktu lalu mengungkapkan rahasianya bahwa dirinya menderita Borderline Personality Disorder (BPD). Jika dilihat sekilas, BPD ini sama dengan Bipolar. Lalu bagaimana membedakannya?

WowKeren - Ariel Tatum beberapa waktu lalu mengungkapkan rahasianya kepada media. Artis cantik itu mengakui bahwa dirinya salah satu penderita Borderline Personality Disorder (BPD) atau kepribadian ambang akut yang menyebabkan dirinya sulit untuk berkegiatan dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Penyakit yang sudah didieritanya sejak berumur 13 tahun ini membuat dirinya sempat melakukan percobaan bunuh diri. Tak hanya itu, Ariel juga beberapa kali menyakiti tubuhnya dengan benda tajam. Merasa depresinya tersebut adalah hal yang serius, ia pun akhirnya melakukan konsultasi kepada psikolog.


Borderline personality disorder (BPD) sendiri adalah penyakit mental serius yang ditandai dengan perasaan, mood dan perilaku yang tidak menentu. Pasien biasanya memiliki masalah dengan emosi dan pikiran yang kadang membuat mereka memiliki perilaku ceroboh yang menyebabkan hubungan yang tidak stabil. Penyakit ini umumnya terjadi pada masa remaja atau masa awal dewasa.

Jika dilihat sekilas, banyak orang yang mengira jika BPD ini sama dengan penyakit mental lain bernama Bipolar. Padahal nyatanya, meski sama-sama mengganggu kondisi kesehatan mental dengan gejala yang mirip kedua penyakit ini berbeda loh. Penasaran apa saja perbedaan bipolar dan borderline personality disorder? Simak perbedaan yang telah tim WowKeren rangkum di bawah ini.

1. Gejala BPD dan Bipolar Berbeda


Gejala BPD dan Bipolar Berbeda

BPD yang juga sering disebut gangguan kepribadian ambang merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya. Hal ini menyebabkan mereka memiliki perubahan mood yang cepat, tidak percaya diri, dan sulit menjalin hubungan sosial.

Mereka yang memiliki jenis kepribadian ini akan memiliki gejala berupa ketidakstabilan mood (adanya perasaan cemas, tidak nyaman yang dapat berlangsung selama beberapa jam dan terjadi dalam beberapa hari), perasaan kosong atau hampa, kesulitan untuk mengontrol emosi, seringkali marah dan sering terlibat dalam perkelahian, melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri, atau berpikir dan merencanakan tindakan yang membahayakan diri sendiri. Hal ini berbeda dengan gejala yang ditemui dalam penderita Bipolar.

Bipolar disorder sendiri merupakan jenis gangguan yang rumit, menyebabkan perubahan mood yang sangat ekstrem. Dari episode mania (sangat bersemangat dan aktif) menjadi episode depresi (sangat sedih, putus asa, dan tidak bertenaga).

Bila pasien sedang dalam episode mania, pasien akan mengalami gejala seperti rasa percaya diri yang tinggi, bahkan hingga berlebihan, tidak tidur bahkan bisa tidur hanya tiga jam saja dalam sehari, menjadi sangat aktif berbicara dan bicaranya sangat cepat dan susah diikuti. Gejala ini terjadi minimal selama seminggu dan menyebabkan terganggunya kehidupan sosial dan kehidupan sehari-hari pasien Bila pasien sedang dalam episode depresi, pasien akan mengalami perasaan tidak bersemangat, penurunan berat badan walaupun pasien tidak diet, merasa lelah sepanjang hari hingga merasa tidak berguna dan putus asa.

2. Bipolar Sering Kali Disertai Dengan Gangguan Psikotik


Bipolar Sering Kali Disertai Dengan Gangguan Psikotik

Gangguan bipolar sering kali disertai dengan gangguan psikotik (penderita merasa mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). Bila penderita sedang mengalami episode mania biasanya hal-hal yang didengar akan berupa puji-pujian terhadap dirinya. Dalam episode depresi yang didengar adalah hinaan atau ejekan padanya.

Sedangkan pada BPD, pasien jarang sekali mengalami gejala psikotik. Orang dengan BPD lebih cenderung memiliki masalah kesehatan mental lainnya juga. Mereka juga cenderung memiliki beberapa jenis trauma saat kecil dibandingkan dengan orang yang mengalami bipolar.

3. Penderita BPD memiliki pola pikir yang tidak stabil


Penderita BPD memiliki pola pikir yang tidak stabil

Orang dengan kondisi BPD memiliki pola pikir yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini membuat mereka sulit untuk mengatur emosi. Orang dengan BPD cenderung memiliki sejarah hubungan yang tidak stabil. Mereka akan berusaha keras untuk tidak diabaikan oleh sekitar, dengan apapun caranya. Inilah salah satu perbedaannya dibandingkan dengan bipolar.

Penderita BPD biasanya juga memiliki masalah dengan gangguan makan, citra tubuh, dan kecemasan. Orang dengan BPD mengalami respons emosional yang terlalu kuat, mereka sering memiliki hubungan yang kacau dengan orang di sekitarnya. Seseorang dengan gangguan BPD mengalami masalah dalam mengendalikan pikrian dan mengelola perasaannya, dan seringkali memiliki perilaku impulsif dan sembrono.

4. Gangguan Bipolar dan BPD Disebabkan Oleh Faktor Yang berbeda


Gangguan Bipolar dan BPD Disebabkan Oleh Faktor Yang berbeda

Gangguan bipolar dan BPD sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor genetik, adanya gangguan dan ketidakseimbangan neurotransmiter pada otak, serta adanya peristiwa-peristiwa dalam hidup yang membekas seperti kematian seseorang yang dicintai dan perceraian.

Mereka yang memiliki BPD ternyata memiliki ganggguan pada bagian lobus frontolimbik yang menyebabkan terjadinya defisit pada prefrontal dan hiperaktif pada sistem limbik. Adanya defisit ini juga akan membuat seseorang tidak dapat membendung dan mengontrol emosi negatif.

Gangguan ini juga akan memicu timbulnya sifat agresif dan ketidakstabilan mood. Sedangkan pada mereka yang memiliki gangguan bipolar, letak gangguannya berbeda. Gangguan terjadi pada bagian otak yaitu prefrontal subkortikal dan anterior limbik.

5. Intensitas Kambuh BPD Dan Bipolar Berbeda


Intensitas Kambuh BPD Dan Bipolar Berbeda

Sejauh ini memang sulit untuk membedakan kedua penyakit tersebut. Namun kucinya adalah pada intensitasnya. Pada orang dengan BPD akan tetap terus merasakan gangguannya. Sedangkan pada orang dengan gangguan bipolar, akan ada masa-masanya di mana mereka tidak akan merasakan gejala-gejala mania atau depresif sama sekali. Mereka akan tampak tenang seperti orang pada umumnya.

Selain itu, para ahli juga percaya bahwa gangguan bipolar bisa terjadi tanpa pemicu yang jelas alias muncul tiba-tiba. Berbeda lagi dengan BPD. Pada BPD, biasanya mood swing atau ledakan emosi akan muncul ketika dipicu oleh faktor-faktor seperti konflik dengan orang terdekat.

6. Cara pengobatan BPD dan Bipolar Juga Berbeda


Cara pengobatan BPD dan Bipolar Juga Berbeda

Gangguan bipolar dapat ditangani sesuai dengan status yang sedang dialaminya. Bila mengalami fase mania, para penderitanya biasanya diberikan obat litium, sedangkan bila mengalami depresi dapat diberikan obat antidepresan.

Penanganan untuk mereka yang memiliki BPD lebih difokuskan pada psikoterapi dan konseling. Namun, pemberian obat juga dapat diberikan untuk mengatasi gangguan lainnya seperti kecemasan, depresi, atau gangguan impulsif.

You can share this post!

Related Posts
Loading...