Anggaran Formula E Terancam Ditolak PSI, Dispora Beri Respon Santai
Nasional
Heboh Anggaran DKI Jakarta

DPRD DKI Fraksi PSI telah mengancam untuk menolak anggaran Formula E 2020. Mendengar hal itu Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta merasa heran, meski begitu mereka tetap memberikan respon yang santai.

WowKeren - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mengancam akan menolak anggaran penyelenggaraan Formula E Jakarta yang masuk ke dalam rapat APBD. Keputusan PSI ini membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta lantas heran.

Padahal Komisi E DPRD telah menyetujui anggaran Formula E di rencana Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020. "Waktu rapat di Komisi E belum ada penolakan, baru kita diminta kajiannya begitu loh," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Achmad Firdaus di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/11).


"Saya sudah koordinasi ke Biro Perekonomian kajiannya untuk nanti bisa disampaikan," lanjutnya. Ia menambahkan jika Pemprov DKI memang belum menyerahkan kajian Formula E.

Namun, menurut Achmad keputusan terakhir diserahkannya di rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta. "(Kajian) nanti di biro perekonomian, karena masalah kajian itu ekonominya," katanya. "Kan di Banggar belum dilaksanakan nih, tinggal tunggu di Banggar saja, itu kan baru di komisi E tinggal tunggu Banggar-nya saja."

Sekedar informasi, Dispora telah menganggarkan Formula E sekitar Rp 400 miliar di rencana KUA PPAS 2020. Anggaran tersebut merupakan commitment fee Formula E 2021.

Sementara untuk commitment fee Formula E 2020 telah dianggarkan di APBD 2019. "Yang dibahas sekarang ini kan untuk 2021, yang 2020 pelaksanaan kita sudah bayar," jelas Achmad.

Sebelumnya diberitakan jika alasan PSI mengancam untuk menolak anggaran Formula E 2020 disebabkan pihaknya belum menerima kajian soal untung rugi dari Perhelatan Formula E Jakarta 2020.

Padahal menurutnya, kajian tersebut menjadi komponen yang penting karena menyangkut penggunaan anggaran."Ada beberapa dewan lain juga mempertanyakan. Karena kita sampai hari ini pun tidak dapat kajian analisa investasi seperti apa. Apakah menguntungkan atau merugikan?" paparnya. "Harus diingat, jangan sampai kita judi dengan uang rakyat kalau kajian nggak jelas."

You can share this post!

Related Posts
Loading...