Minta Sumbangan Buat Nikah Hingga Beli Laptop, Netter Miris Lihat 'Pengemis Online' Menjamur
SerbaSerbi

Penggalangan dana untuk kepentingan pribadi yang sebenarnya tidak terlalu mendesak lewat situs online seperti Kita Bisa kini semakin menjamur di Indonesia. Netter pun dibuat gerah.

WowKeren - Belakangan ini, penggalangan dana melalui situs online memang semakin menjamur di Indonesia. Salah satu situs online yang menjadi sarana penggalangan dana tersebut adalah Kita Bisa.

Meski sejumlah penggalangan dana bertujuan mulia, seperti membantu seorang guru tunanetra untuk mendirikan sekolah luar biasa (SLB), ada sejumlah campaign yang terbilang tak masuk akal. Campaign yang dimaksud adalah penggalangan dana untuk kepentingan pribadi yang sebenarnya tidak terlalu mendesak. Dari sini, muncul sebuah fenomena yang disebut dengan "pengemis online".


Salah satu akun gosip di Instagram lantas menunjukkan sejumlah campaign yang dilakukan untuk kepentingan pribadi alias "pengemis online". Yang pertama adalah penggalangan dana untuk pernikahan bertajuk "Jeremy and Kenny Getting Married".

Campaign tersebut menargetkan donasi sebesar Rp 50 juta. Sedangkan yang kedua adalah penggalangan dana untuk pembelian laptop bertajuk "Laptop untuk Ryo a.k.a Bodat." Campaign tersebut menargetkan donasi sebesar Rp 20 juta.

Fenomena "pengemis online" ini lantas membuat banyak netter merasa miris. Banyak yang menilai bahwa penggalangan dana di situs online sebaiknya digunakan untuk orang yang benar-benar membutuhkan atau tidak mampu. Tak hanya itu, netter juga menyentil pihak yang memberikan donasinya kepada para "pengemis online" tersebut.

"Sampai nikah biaya ngemis, ampun deh malu2in banget. Mau beli laptop mahal sampe ngemis juga. Bergayalah sesuai kemampuan. Saya lebih simpati untuk berdonasi kalau memang ditujukan untuk orang2 yang lebih membutuhkan/orang2 tidak mampu, contoh: untuk biaya operasi, untuk biaya sekolah, dll," komentar akun @vi***io. "Mending kerja daripada ngemis gamalu apa," timpal akun @th***aa. "Yg bodoh yg nyumbang tuh.. pdhl di kitabisa banyak kan org2 tdk mampu yg sangat2 layak dibantu," tambah akun @yo***si.

"Kok ga malu ya? Itu klo masukin data ke kitabisa kan harus real data ga bisa pake profil bodong. Artinya diri kita yg asli lah yg harus tampil sebagai org yg ngemis disitu. Malu kan ya klo temen2 sampe tau. Hari gini semua org pamer kehedonan, masa kita ketauan ngemis online?" tulis akun @or***ik. "Plis deh itu yang donasi karna terlalu baik apa terlalu oon sih," komentar akun @da***sh.

You can share this post!

Related Posts
Loading...