Soal Larangan Cadar dan Celana Cingkrang, Buya Syafii Beri Respon Santai
Nasional
Larangan Cadar PNS

Larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di kalangan ASN tengah menjadi polemik usai disampaikan oleh Menag Fachrul Razi. Menanggapi hal itu, mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii hanya memberi respon santai.

WowKeren - Wacana larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di kalangan ASN masih menjadi polemik. Usulan tersebut pertama kali diungkapkan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Terkait hal tersebut Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii pun turut angkat bicara. Meski begitu Buya hanya memberikan respon yang cukup santai.


“Kalau saya mari pakai pakaian yang nasional saja," kata Buya di sela-sela peresmian patung Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jalan Ringroad Barat, Dusun Terusan, Banyuraden, Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Minggu (10/11). "Tidak macam-macam itu."

Lebih lanjut, Buya mengatakan jika masyarakat Indonesia telah memiliki kultur serta tradisi sendiri dalam hal berpakaian. Karenanya, masyarakat tak perlu meniru cara berpakaian negara lain.

Meski begitu, Buya menambahkan jika berpakaian dengan model tertentu merupakan hak asasi setiap orang. “Kita kan sudah punya kultur sendiri tradisi sendiri, ndak usah tiru orang lainlah,” ujarnya. "Itu memang sesungguhnya dari sudut hak asasi biasa saja, ya. Tapi kan itu sebuah simbol dari sebuah paham yang kalau nggak hati-hati bisa berbahaya."

Selain itu, Buya juga membahas soal pakaian dan ideologi tak dapat dihubungkan begitu saja. Buktinya, banyak masyarakat yang menggunakan celana cingkrang namun memiliki perilaku yang baik.

"Karena ada ideologi di belakang itu," papar Buya. "Ideologi itu bisa macam-macam tapi ndak semua yang celana cingkrang, sebagian juga damai juga. Tapi sebagian lagi seperti yang menikam Pak Wiranto itu kan sudah teror. Jadi memang kita harus hati-hati."

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi mengaku jika dirinya sesekali juga menggunakan celana cingkrang. Namun, celana yang tidak menutup mata kaki tersebut hanya dipakainya saat pergi untuk salat berjemaah di masjid. "Kalau ke masjid atau main ke masjid pasti saya pakai celana cingkrang," kata Fachrul dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (7/11) lalu.

You can share this post!

Related Posts