Sempat Ngotot Soal Desa Siluman, Mendadak Sri Mulyani 'Tarik Kembali' Pernyataannya
Nasional
Polemik Desa Siluman

Menkeu Sri Mulyani sempat membuat publik heboh dengan temuan desa siluman yang mencuri uang negara lewat program Dana Desa. Namun belakangan Sri Mulyani menyebut desa siluman sudah tidak ada.

WowKeren - Sejumlah isu tengah meramaikan Indonesia selama beberapa waktu belakangan. Salah satunya adalah fenomena desa siluman yang disebut-sebut berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Bukan tanpa alasan desa tersebut dijuluki sebagai siluman, pasalnya daerah itu sudah tak lagi berpenghuni. Desa siluman ini menarik perhatian nasional usai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut desa-desa fiktif itu tetap "mengisap" uang negara lewat penyaluran dana desa.


Sejauh ini sudah disebutkan empat desa yang diduga merupakan desa siluman, sebagaimana dituding Sri Mulyani. Ketiganya terletak di Sultra, yakni Desa Uepai dan Desa Morehe di Kecamatan Uepai, serta Desa Ulu Meraka di Kecamatan Onembute. Serta satu lagi Desa Wonorejo di Kalimantan. Desa inilah yang disebut-sebut menerima bantuan dari negara selama dua tahun.

Sudah menjadi isu nasional dan menuai beragam tanggapan, mendadak Sri Mulyani kini menarik kembali ucapannya. Dalam pernyataan yang disampaikannya pada Senin (11/11) kemarin, mantan Managing Director Bank Dunia itu mendadak menyebut desa-desa siluman sudah tak ada lagi di daerah tersebut.

"Iya, sudah (hilang)," ujar Sri Mulyani ketika ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dilansir dari Tribun News pada Rabu (13/11). "Sudah tidak ada."

Namun demikian, Sri Mulyani memastikan perihal desa siluman ini sudah dibahas bersama beberapa kementerian terkait. "Itu sudah membahas mengenai hal itu ya," jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, pemerintah tetap menindak serius kasus desa siluman tersebut. Yang terbaru, Kementerian Dalam Negeri dikabarkan telah menerjunkan tim khusus beranggotakan 13 orang dari seluruh Direktorat Jenderal Kemendagri. Tim ini sendiri bertugas untuk mengumpulkan seluruh data dari daerah yang diduga merupakan desa fiktif.

"Tim kita sore ini berangkat, bertemu dengan pihak gubernur, bupati, polda dan polres," kata Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan, di Jakarta pada Minggu (10/11). "Pulang dari sana bawa data ke Jakarta dan langsung kami bahas hari Selasa (12/11)."

Harapannya hasil penyelidikan ke-13 anggota tim itu dapat membantu memberikan informasi rinci perihal dugaan adanya desa siluman. Diharapkan pula Mendagri Tito Karnavian bisa memberikan pernyataan resmi pada hari ini, Rabu (13/11).

You can share this post!

Related Posts