Satu Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Kabur, Begini Respon Polisi
Twitter/RadioElshinta
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan jika salah satu pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan tengah melarikan diri. Pihak polisi pun melakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut.

WowKeren - Bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) sempat menggemparkan masyarakat. Menurut informasi yang disebutkan oleh Menko Polhukam Mahfud MD pelaku tak hanya seorang diri melainkan dua orang.

Salah satu dari pelaku tersebut diduga tengah melarikan diri di tengah kejadian tersebut berlangsung. Mahfud juga mengatakan jika pelaku yang diduga lolos tersebut masih dalam pengejaran polisi.

"Penanganan soal bom yang saat ini sudah diketahui pasti korban jiwa ada satu pelaku bom bunuh diri, 4 aparat kita dari polisi dan satu dari orang biasa luka-luka," ujar Mahfud di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Rabu (13/11). "Yang satu bombernya lari dan masih pengejaran."

Menanggapi hal tersebut polisi pun mengatakan jika pihaknya masih menyelidiki adanya kemungkinan tersebut. "Belum kita pastikan, kita masih mengorek dari CCTV yang ada di sekitar situ (Mapolrestabes Medan)," ujar Wakapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto di RS Bhayangkara Medan, Rabu (13/11).


Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penggeledahan di kediaman pelaku yaitu Rabbial Muslim Nasution. Tak hanya itu, saat ini polisi juga masih memburu guru ngaji pelaku.

"Kita juga menggeledah yang selama ini diduga memberikan pengajian pada si pelaku, yang diduga sebagai imamnya," kata Mardiaz. "Masih dalam pengejaran, namun kita sudah bisa mengantongi identitasnya yang diduga imam."

Meski pihak polisi sudah mengantongi identitas pelaku, namun ia masih belum bisa membeberkan siapa identitas orang tersebut. Sementara itu, dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan sejumlah alat bukti seperti anak panah dan busur, serta sebuah pipa.

Polisi menduga jika pelaku berusia 24 tahun itu melakukan aksi sendirian alias lone wolf. Di Indonesia sendiri kasus terorisme dengan pelaku lone wolf bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa bulan lalu penyerangan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur juga dilakukan oleh pelaku lone wolf.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts