Heboh DKI Potong Dana Rehab Sekolah Untuk Formula E, Begini Klarifikasinya
Nasional
Heboh Anggaran DKI Jakarta

Disdik DKI Jakarta dituding memotong anggaran sebesar Rp455 miliar yang semula untuk merehabilitasi sekolah demi perhelatan Formula E 2020. Belakangan isu menghebohkan ini diklarifikasi pihak Disdik.

WowKeren - Perencanaan anggaran oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menjadi perhatian publik. Yang terbaru, Pemprov DKI Jakarta kembali "diserang", masih oleh Partai Solidaritas Indonesia, lantaran dituding memangkas sejumlah anggaran penting demi perhelatan Formula E 2020 mendatang.

"Proses pembahasan dan penyusunan anggaran Formula E tersebut justru dengan memotong anggaran-anggaran yang jauh lebih penting dan mendasar bagi kepentingan warga Jakarta," ujar anggota DPRD F-PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, dilansir Detik News, Kamis (14/11). Untuk diketahui, perhelatan Formula E dikabarkan menelan biaya hingga Rp1,16 triliun.


Lebih lanjut, menurut Anggara, anggaran untuk Formula E ternyata "mengambil" dana yang sedianya disiapkan untuk merevitalisasi gedung sekolah. Tak main-main, dana sebesar Rp455,4 miliar dialihkan dari pos tersebut ke perencanaan anggaran Formula E.

Menanggapi tudingan tersebut, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun angkat bicara. Disdik mengaku ada revisi rencana anggaran dengan menurunkan dana yang diperlukan untuk revitalisasi gedung sekolah.

Namun demikian, pihak Disdik DKI Jakarta memastikan pemotongan anggaran tersebut tak berkaitan dengan perencanaan anggaran Formula E. Berikut penjelasannya, seperti disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Disdik DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat.

Rencana awal berupa revitalisasi sekolah di sebanyak 105 lokasi dengan usulan anggaran sebesar Rp2,570 triliun. Kemudian dilakukan penyesuaian jumlah dan anggaran gedung sekolah yang direhabilitasi, menjadi 86 lokasi dengan nilai sebesar Rp2,114 triliun. Dengan demikian ada koreksi sebesar Rp455,38 miliar.

Dengan demikian, ucap Syaefuloh, tidak benar bila ada dana untuk rehabilitasi sekolah yang dialihkan ke Formula E. Koreksi yang dilakukan didasari pada hasil penelitian dan telah disampaikan kepada DPRD dalam rapat pembahasan.

"Faktanya, tidak ada pemotongan anggaran rehab gedung sekolah untuk Formula E," jelasnya. "Penyesuaian anggaran rehabilitasi gedung sekolah yang dibahas bersama anggota Dewan dalam Rapat Komisi didasarkan hasil penelitian teknis dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi DKI Jakarta secara profesional."

Sementara itu polemik "pemindahan" anggaran rehabilitasi sekolah untuk Formula E ini turut menyeret komika Ernest Prakasa yang dituding menyebarkan kabar bohong. Kendati telah memberikan klarifikasinya, tagar #ErnestPrakasaNyebarHoax masih menjadi Trending Topic hingga Kamis (14/11) pagi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...