Nama Wiranto dan Pimpinan ISIS Ikut Terseret di Bom Medan, Ada Apa?
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Berbagai pernyataan dituai terkait ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumut pada Rabu (13/11). Belakangan sosok eks Menko Polhukam Wiranto dan pimpinan ISIS ikut disebut dalam kejadian ini.

WowKeren - Insiden peledakan bom bunuh diri oleh seorang pria berinisial RMN di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, membuat publik Indonesia waspada. Insiden yang menewaskan pelaku dan menyebabkan enam orang lainnya terluka itu sendiri terjadi pada Rabu (13/11) pagi.

Peristiwa ini pun membuat pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, angkat bicara. Menurutnya kejadian tersebut masih berkaitan dengan dua insiden terorisme yang terjadi baru-baru ini.


Adalah peristiwa kematian pimpinan organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Al-Baghdadi, yang disebut-sebut melatarbelakangi kasus ini. Menurut Stanislaus, ada upaya dari para pengikut ISIS untuk membalas dendam atas tewasnya sang pimpinan tertinggi.

"Kenapa ini terjadi? Ini sudah diprediksi," ujar Stanislaus ketika diundang menjadi narasumber di program talkshow "Mata Najwa" di Trans 7 pada Rabu (13/11) malam. "Pasca kematian pemimpin ISIS, yakni Abu Bakar Al-Baghdadi, memicu balas dendam."

Tak hanya itu, menurut Stanislaus, ada peristiwa lain yang berkaitan dengan peledakan bom bunuh diri ini. Yakni peristiwa penusukan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto beberapa waktu lalu.

Sebagai pengingat, Wiranto menjadi korban penusukan sepasang suami istri di Pandeglang, Banten. Wiranto, yang kala itu tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut, ditusuk tepat di perut dan mengakibatkan dirinya harus menjalani tindakan operasi.

Menurut Stanislaus, kasus penusukan ini juga berkaitan dengan kematian Al-Baghdadi. Rasa tidak terima akibat kematian sang pimpinan membuat mereka melakukan aksi balas dendam, apalagi karena ketua jaringan mereka di Bekasi juga telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Penusukan Wiranto ini lantas "dilanjutkan" oleh rekan mereka yang tersebar di daerah lain. Termasuk dengan meledakkan bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

Namun demikian, hingga kini, polisi belum memberikan pernyataan resmi terkait dari jaringan teroris mana RMN berasal. Sejauh ini ia diduga beraksi sendiri alias lone wolf.

Di sisi lain penyelidikan terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Yang terbaru, terungkap bahwa istri RMN, yang turut diringkus usai bom tersebut diledakkan, merencanakan aksi amaliyah lain. Adalah Bali yang menjadi target selanjutnya.

"Di dalam jejaring komunikasi media sosialnya," kata Dedi di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11). "Mereka (D dan terduga teror lainnya) berencana melakukan aksi terorisme di Bali."

You can share this post!

Related Posts
Loading...