Soal Kursus Pra-Nikah, Menag Fachrul: Tak Ada Sertifikat
Nasional

Menko PMK Muhadjir Effendy telah mengeluarkan wacana untuk memberikan sertifikat pra-nikah kepada calon pasutri. Menag Fachrul mengatakan jika program tersebut serupa dengan kursus pra-nikah, tapi menurutnya tak perlu ada sertifikat.

WowKeren - Baru-baru ini masyarakat tengah santer membahas soal sertifikat pra-nikah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pun mengatakan jika gagasan tersebut serupa dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang diselenggarakan Kemenag selama dua tahun terakhir. Namun, program tersebut tidak semestinya ada sertifikatnya.


"Nggak, nggak, bukan sertifikat. Kalau kita sih... Kita nggak namakan sertifikat," ujar Fachrul seusai menghadiri Malam Anugerah Konstitusi bagi Guru Pendidikan PKN Berprestasi Tingkat Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya Hotel, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11). "Kalau sertifikat seolah-olah orang yang dapat sertifikat boleh kawin, kalau yang nggak, nggak (boleh nikah)."

Menurut Fachrul, program pembekalan pra-nikah tersebut hanya untuk memberikan nasihat-nasihat agar pasangan betul-betul siap. Terutama dalam hal kesehatan yang berguna untuk menekan angka kelahiran anak stunting.

"Karena kita kan memberikan pembekalan sebelum mereka menikah supaya mereka betul-betul siap menikah segala macam terutama kesehatan," terangnya. "Kalau Pak Jokowi menekankan kesehatan, jangan sampai melahirkan anak-anak yang stunting gitu ya."

Sebelumnya telah diketahui jika Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan akan mempertimbangkan kewajiban memiliki sertifikat menikah bagi pasangan yang hendak menikah. Sertifikat itu sendiri diberikan terkait edukasi kesehatan agar pasangan mantap menjalani kehidupan pascamenikah.

"Jadi sebetulnya setiap siapapun yang memasuki perkawinan mestinya mendapatkan semacam upgrading tentang bagaimana menjadi pasangan berkeluarga, terutama dalam kaitannya dengan reproduksi," kata Muhadjir di Sentul SICC, Bogor, Rabu (13/11) lalu. "Karena mereka kan akan melahirkan anak yang akan menentukan masa depan bangsa ini."

You can share this post!

Related Posts
Loading...