3 Anaknya Diduga Terlibat Teror Bom Medan, Sikap Pria Ini Jadi Sorotan
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

RS (52) harus menelan pil pahit karena ketiga putranya menjadi terduga teroris usai polisi mendalami kasus peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) lalu.

WowKeren - Kasus peledakan bom bunuh diri oleh pria berinisial RMN di Polrestabes Medan, Sumatera Utara masih ramai dibicarakan. Kekinian polisi diketahui berusaha meringkus seluruh pihak yang diduga terlibat dengan bomber tersebut, termasuk istri dan rekan-rekan sang pelaku.

Termasuk di antaranya adalah sosok tiga bersaudara bernama Aris (28), Fadli (23), dan Andri (25). Saat ini Aris dan Fadli telah berada dalam pengamanan kepolisian, sedangkan terduga Andri masih dalam pencarian.


Menariknya, keberhasilan polisi meringkus keduanya pun tak lepas dari sosok ayah terduga teroris, Rudi Suharto (52). Pria paruh baya itu harus menelan pil pahit mendapati ketiga putranya ternyata terlibat dalam paham radikalisme hingga berniat mencelakakan orang.

Ditemui di kediamannya, Rudi ternyata punya pemikiran mulia hingga teguh menyerahkan sang anak ke aparat. Menurutnya perbuatan para teroris, kendati itu anaknya sendiri, tetap harus dipertanggung jawabkan.

"Memang tak saya kasih lari mereka," jelas Rudi ketika ditemui di kediamannya, seperti dilansir Kompas pada Sabtu (16/11). "Sempat saya tanya kok bisa kayak gini kalian? Kan Bapak suruh ngaji bagus-bagus."

"Saya bilang kalian harus bertanggung jawab. Karena sampai kapan pun kalian lari pasti akan dicari terus," imbuhnya. "Waktu saya bilang begitu, mereka (Aris dan Fadli) diam saja."

Lebih lanjut, Rudi mengaku bahwa dirinya mengenali sang pelaku bom bunuh diri. Menurutnya selama beberapa bulan belakangan sang pelaku kerap menyambangi rumahnya. RMN dan ketiga putranya pun kemungkinan saling mengenal karena terlibat dalam pengajian yang sama.

"Saya tahu lah orangnya. Kenal di jalan lah saya. Sering ke sini dia, sekitar tiga bulanan terakhir lah. Dia (biasanya) datangnya siang," ujar Rudi. "Dia dibawa kemungkinan karena satu pengajian lah."

Rudi pun mengaku kecolongan atas pengajian yang diikuti oleh ketiga putranya selama setahun belakangan. "Mungkin kalau enggak ada kejadian kemarin, saya tidak tahu aslinya pengajian mereka seperti ini," kata Rudi.

Kini kedua putra Rudi telah diamankan pihak kepolisian, sedangkan Andri masih dalam pencarian. Selain ketiganya, polisi pun telah mengamankan istri RMN. Belakangan terungkap istri RMN ternyata merencanakan aksi yang lebih besar, yakni menargetkan Bali sebagai lokasi amaliyah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...