Pemerintah Minta Leonardo DiCaprio 'Endorse' Labuan Bajo
Getty Images
Nasional

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 1,7 triliun untuk memasarkan destinasi wisata Labuan Bajo pada 2020 mendatang. Anggaran tersebut meningkat dibandingkan dana tahun sebelumnya.

WowKeren - Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah disiapkan untuk menjadi destinasi wisata super prioritas. Tak tanggung-tanggung, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun untuk pengembangan Labuan Bajo pada 2020.

Anggaran tersebut meningkat dibanding dana tahun ini yang sebesar Rp 1,54 triliun. Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Kementerian Pariwisata yang menjadi pengelola setempat pun akan menggandeng tokoh ternama untuk "mengendorse" wisata Labuan Bajo. Salah satu nama yang dipertimbangkan adalah aktor Hollywood Leonardo DiCaprio.


"Mungkin seperti Leonardo DiCaprio mungkin model-model seperti itu," tutur Kepala BOPLBF, Shana Fatina, di Labuan Bajo pada Jumat (15/11). "Tapi nanti kami lihat lagi."

Menurut Shana, pamor Labuan Bajo di luar negeri sebenarnya sudah sangat terkenal. Sehingga public figure yang akan membantu mempromosikan Labuan Bajo nantinya adalah tokoh peduli lingkungan dengan memasarkan konsep konservasi destinasi wisata tersebut.

Shana juga menjelaskan bahwa anggaran tahun depan akan diprioritaskan untuk membangun beberapa infrastruktur yang selama ini belum tergarap dengan baik. Salah satunya adalah aksesabilitas yang akan menjadi fokus utama.

Menurut Shana, pemerintah akan mempercepat pembangunan Bandara Komodo menjadi bandara internasional, percepatan pembangunan jalan strategis nasional lintas utara, dan pemindahan pelabuhan peti kemas. Hal tersebut diyakini akan berdampak positif bagi masyarakat NTT.

"2020 betul-betul luar biasa dukungan dari Menteri Keuangan," ujar Shana. "Anggaran kami jauh lebih besar dan jauh lebih banyak sekitar Rp 1,7 triliun untuk pembangunan Labuan Bajo, Flores pasti dampaknya akan lebih besar lagi."

Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan melalui 5 Kementerian. Yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sementara itu, BOPLBF sendiri akan mengusung konsep wisata tematik, seperti bulan madu, motor gede (moge), hingga wisata religi. Tujuan wisata tematik tersebut adalah untuk menarik wisatawan kembali mengunjungi Labuan Bajo setelah kedatangan pertama.

"Konsep ini yang sedang kami kembangkan," ungkap Shana. "Dan rencananya akan kami perkenalkan tahun depan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...