Pengakuan Pelaku Teror Pelempar Sperma: Habis Minum Miras dan Khilaf
Nasional

Pelaku teror pelempar sperma tersebut kini telah digelandang polisi ke Polres Tasikmalaya. Pihak kepolisian kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

WowKeren - Polisi berhasil meringkus terduga pelaku teror pelemparan cairan sperma di Tasikmalaya. Pelaku bernama Sidik Nugraha ini sebelumnya melempar spermanya kepada seorang wanita berinisial LR.

Pelaku kini telah digelandang di Polres Tasikmalaya. "Perkembangan penyelidikan, beberapa saat yang lalu sudah diamankan terlapor saudara Sidik Nugraha bin Aep Saepudin, usia 25 tahun," terang Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, dilansir Kumparan pada Selasa (19/11).


Menurut Trunoyudo, Sidik ditangkap di rumah orangtuanya di Kelurahan Argasari, Cihideung, Tasikmalaya. Pihak kepolisian kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

Pelaku teror pelemparan sperma yang kini harus mendekam di balik jeruji besi tersebut lantas membeberkan motif perbuatan asusilanya itu. Di hadapan Satreskrim Polres Tasikmalaya, Sidik mengaku terangsang kepada korban lantaran dirinya habis mengonsumsi alkohol.

"Waktu itu habis minum-minuman keras jenis tuak, jadi berani," ujar Sidik di Polres Tasikmalaya Kota. "Saya khilaf, kalau lihat yang begitu saya orgasme."

Sidik sendiri kini masih berstatus sebagai bujangan. Ia juga mengaku merasa terobsesi pada wanita dengan bentuk tubuh sintal.

Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) di kawasan tempat tinggal Sidik menyebut bahwa pelaku selama ini dikenal biasa saja dan tidak ada kelainan. "Tidak terlihat ada kelainan, dia pekerja serabutan," terang Ketua RT Desa Cienteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Asep Andri.

Sebelumnya, Komnas Perempuan telah angkat bicara menanggapi teror pelecehan seksual ini. Menurut Wakil Ketua Komnas Perempuan Budi Wahyuni, teror tersebut masuk ke dalam bentuk ekshibisionisme yang agresif.

Wahyuni juga menilai bahwa terdapat relasi kuasa dalam aksi teror pelemparan sperma. Ia juga kembali menyebut bahwa pelaku akan merasa puas apabila korban ketakutan.

"Terkait dengan pelemparan sperma ini memang perkembangannya jadi macam-macam, biasanya ini jadi dibarengin ingin mempertontonkan ada relasi kuasa di situ 'ini loh aku mampu', menunjukkan bahwa ini aku punya sperma, aku punya alat kelamin, punya penis," tutur Wahyuni dilansir detikcom pada Senin (18/11). "Jadi ada suatu kepuasan sendiri dan kalau korbannya takut itu semakin puas."

You can share this post!

Related Posts
Loading...