BKN Imbau Peserta Tes CPNS Tak Andalkan Jimat Untuk Bisa Lolos
Nasional
Seleksi CPNS 2019

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengimbau agar para peserta tes memanfaatkan waktu lebih baik dengan belajar soal CPNS daripada mengandalkan jimat.

WowKeren - Minat publik untuk mengikuti tes seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil memang tak pernah surut. Hal itu terbukti dari banyaknya pendaftar di seleksi CPNS setiap tahunnya.

Untuk bisa lolos menjadi abdi negara memang tidak mudah. Serangkaian tes harus dijalankan oleh para peserta tersebut. Namun, masih ada saja peserta yang mengandalkan hal-hal berbau klenik untuk bisa berhasil, misalnya dengan menggunakan jimat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono angkat bicara mengenai hal ini. Ia berpesan agar peserta CPNS 2019 lebih baik persiapkan diri dengan belajar ketimbang berharap pada hal-hal berbau klenik seperti jimat.

Diketahui, pada seleksi CPNS 2018 petugas pernah menemukan jimat saat menggeledah peserta seleksi CPNS sebelum memasuki ruang tes. Oleh sebab itu, Paryono menekankan agar peserta lebih mantap mempersiapkan diri mengingat pelaksanaan tes masih lama yakni tahun depan.


"Lebih baik persiapkan diri mulai dari sekarang," kata Paryono dilansir Detik, Sabtu (23/11). "Ini kan masih lama ya waktunya, tahun depan, masih ada waktu untuk belajar daripada nyari jimat gitu."

Untuk bisa mempelajari kisi-kisi soal yang CPNS bukan hal yang sulit. Sebab menurutnya, saat ini banyak akses untuk mendapatkan bocoran-bocoran contoh soal CPNS. Oleh sebab itu, belajar dari contoh-contoh tersebut jauh lebih baik daripada menggunakan jalan pintas seperti jimat.

"Daripada cari-cari gitu (jimat) lebih baik gunakan untuk belajar," lanjut Paryono. "Belajar dari aplikasi yang online kan ada juga tuh banyak, atau belajar juga melalui buku kan banyak juga tuh dijual soal."

Selain itu, penggunaan jimat saat ini juga bisa dibilang ketinggalan zaman. Ditambah lagi, peserta CPNS saat ini juga rata-rata berasal dari kalangan milenial. "Anak milenial kok masih percaya seperti itu kan nggak logis sebenarnya," pungkasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts