Dituding Cuma Jadi Pajangan Jokowi, Para Stafsus Milenial Tangkis Dengan Jawaban Cerdas Ini
Nasional
Kontroversi Staf Milenial Jokowi

Sejumlah tudingan diberikan kepada para staf khusus Presiden Joko Widodo, mulai dari hanya menjadi 'pajangan' Presiden hingga terpilih berkat privilege semata.

WowKeren - Pengangkatan 7 staf khusus Presiden Joko Widodo yang terdiri dari kaum milenial diketahui sempat menuai polemik. Sejumlah tudingan diberikan kepada para stafsus Jokowi, mulai dari hanya sebagai "pajangan" Presiden hingga terpilih berkat privilege semata.

Para stafsus Jokowi pun mulai menangkis tudingan-tudingan tersebut lewat media sosial mereka. Gracia Billy Mambrasar misalnya, membalas kritik dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.


Fadli sempat mengkritik Jokowi dan menyebut bahwa sang Presiden seharusnya memilih staf berdasarkan kemampuan, bukan hanya dari umurnya saja. "Cuma lipstick saja, pajangan saja lah itu. Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas, kapabilitas, tidak melihat umur, harusnya," ujar Fadli pada Sabtu pekan lalu.

Lewat akun Twitter @kitongbisa, Billy lantas membantah pernyataan Fadli. Billy menegaskan bahwa mereka telah berkarya membangun Indonesia bahkan sebelum ditunjuk menjadi stafsus Jokowi.

"Part 1: Maaf Pak @fadlizon, anda menyebut kami lipstik, brt: Menganggap kami kosmetik (tdk ada manfaat signifikan),tdk berkompetensi, & tuduhan licik & bodoh kpd org yg mengangkat kami (Pak Jokowi)," cuit Billy pada Minggu (24/11). "Sblm kami dtunjuk, kami sdh berkarya & ikut berkontribusi, ikut membangun bangsa ini!"

Billy Mambrasar

Twitter

Billy lantas memaparkan kiprah para stafsus Jokowi. Billy juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya telah berusaha untuk memberikan pendidikan gratis serta mendorong pemberdayaan kaum tertinggal Indonesia.

"Part 4: Pak @fadlizon, Ketika kami ditawarkan stafsus, kami msh sempat berpikir satu minggu sebelum mengatakan: 'Iya', kami bkn kosmetik, dan kelompok manusia bodoh yg haus jabatan," lanjut Billy. "Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan krn kekuasaan dan uang!"

Sementara itu, stafsus milenial lainnya, Angkie Yudistia, juga membantah bahwa mereka hanya sekadar pemanis saja. Angkie memberikan jawabannya terkait tudingan tersebut dalam perjalanannya menunaikan ibadah umrah.

"Kalau tanggapan bahwa staf khusus ini akan menjadi pemanis saja nantinya saya rasa, sih, tidak, ya," tulis Angkie di akun Instagram pribadinya pada Senin (25/11). "Kita terbiasa think, research, action, evaluation, monitoring, dan kita sangat terbiasa untuk berinisiatif tanpa diingatkan oleh bapak Presiden."

You can share this post!

Related Posts