Heboh Kades Terpilih di Jateng Hilang, Diduga Akibat Urusi Karhutla Dieng
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Ahmad Fauzi sejatinya akan dilantik sebagai Kades Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah pada 11 Desember 2019 mendatang. Namun kini Fauzi justru dilaporkan menghilang selama 2 minggu.

WowKeren - Sosok Ahmad Fauzi, seorang kepala desa terpilih asal Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah menjadi sorotan publik nasional. Pasalnya sang kades terpilih dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (12/11) lalu.

Berita terkait hilangnya sang kades pun simpang siur. Dilansir dari Detik News, istri sang kades, Tanti, mengaku bahwa tak ada komunikasi sejak Fauzi meninggalkan rumah.

"Pamitnya ke kantor di Semarang. Tetapi ke kantor apa saya kurang paham," kata Tanti, Selasa (26/11). "Terakhir komunikasi ya pas hari Selasa itu, tanggal 12 November. Setelah dia pergi dari rumah, sudah tidak bisa berkomunikasi."

Hilangnya sang kades terpilih pun menarik perhatian publik. Pasalnya Fauzi selama ini juga terkenal kerap mengadvokasi sekaligus memperjuangkan perihal kebakaran hutan di Gunung Petarangan yang dekat dengan Dataran Tinggi Dieng.

Kebakaran ini sendiri memang terjadi pada akhir Oktober 2019 lalu. Sebanyak 46 hektare lahan terbakar habis dan hingga kini belum diketahui apa penyebabnya.


Kepergian Fauzi pun, menurut polisi, adalah dalam rangka membahas kebakaran hutan tersebut. Kapolsek Batur, AKP Agung Setyawan, menyatakan bahwa Fauzi meninggalkan rumah demi bertemu dengan Tim Wahana Lingkungan Hidup (Walhi).

"Berdasarkan keterangan pelapor, Ahmad Fauzi izin meninggalkan rumah ada hubungannya dengan tim Walhi," terang Agung, dikutip Detik News. "Setelah kejadian kebakaran hutan di Gunung Petarangan, Desa Batur, beberapa waktu lalu."

Namun polisi justru mengungkapkan hasil penelusuran yang berbeda dibandingkan pengakuan Tanti. Menurut salah satu aparat yang terlibat dalam penyelidikan, AKPB Aris Yudha Legawa, pada Jumat (15/11) masih ada komunikasi antara Fauzi dengan Tanti.

"Kami terus melacak Ahmad Fauzi dengan menggunakan ponselnya," ujar Yudha, Rabu (27/11). "Hasilnya, pada 15 November 2019, ternyata masih melakukan kontak dengan istrinya di rumah."

Kasus menghilangnya para pejuang lingkungan hidup memang bukan sekali ini terjadi di Indonesia. Bulan lalu, seorang aktivis Walhi asal Sumatera Utara, Golfrid Siregar, bahkan meninggal dunia karena menderita luka serius di bagian kepala.

Golfrid meninggal setelah menghilang selama seharian. Selama menghilang itu lah Golfrid diduga menjadi korban kekerasan dan percobaan pembunuhan oleh pihak tertentu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts