Menteri BUMN Erick Thohir Sindir Garuda Indonesia Gara-Gara Ini
Nasional

Hal tersebut dibeberkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada hari ini (2/12).

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru saja menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada hari ini (2/12). Dalam kesempatan tersebut, Erick sempat menyindir salah satu perusahaan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Rupanya Erick menyindir Garuda terkait keberadaan anak usaha PT Gapura Angkasa. Erick menilai bahwa jasa penanganan pesawat di darat alias ground handling tersebut seharusnya tidak berada di bawah Garuda.


"Management ground handling itu enggak perlu ada di Garuda," tegas Erick. "Lebih baik itu ada di Angkasa Pura yang memang mengurus hal itu."

Diketahui, PT Gapura Angkasa merupakan perusahaan yang didirikan oleh Garuda Indonesia, Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II pada 1998. Erick sendiri menyesalkan adanya tumpang tindih tugas yang dinilai kontraproduktif bagi perusahaan.

Tak hanya menyindir Garuda Indonesia, Erick juga sempat menyinggung sejumlah BUMN lain yang juga kontraproduktif. Pasalnya, Erick menilai perusahaan-perusahaan tersebut tidak fokus pada bisnis inti.

"Seperti PT PANN, sejak awal memang sudah ada core bisnis yang tidak fokus," ungkap Erick. "Di bawah PANN ada dua hotel."

Belajar dari permasalahan yang dihadapi anak dan cucu usaha BUMN, Erick pun tengah menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) yang akan membatasi pembentukan perusahaan baru. Ia mengaku tidak akan melarang pembentukan anak atau cucu usaha BUMN, hanya saja alasan pembentukannya harus jelas.

"Karena saya tidak mau juga perusahaan BUMN yang masih sehat ke depannya tergerogoti oleh oknum yang sengaja menggerogoti perusahaan yang sehat itu," tegas Erick. "Saya tak ada menyetop mereka membuka anak perusahaan. Tapi kalau alasannya tidak jelas baru saya setop."

Di samping itu, Erick juga sempat membeberkan fakta mengejutkan. Kepada DPR, ia menyebutkan bahwa dari 142 BUMN yang ada di Indonesia, hanya 15 BUMN yang memberikan keuntungan besar kepada negara.

Erick menjelaskan bahwa perusahaan pelat merah yang paling banyak menyumbangkan pendapatan bagi negara hanya berasal dari sejumlah sektor saja. Mereka adalah BUMN yang bergerak di perbankan, telekomunikasi, minyak dan gas. "Nah ini yang tentu kita perlu antisipasi ke depan karena memang ke-15 perusahaan ini lebih banyak fokus di bidang perbankan, telkom, komunikasi, dan oil and gas," pungkas Erick.

You can share this post!

Related Posts
Loading...