IKAGI Dukung Erick Thohir Copot Ari Askhara, Bongkar 'Aib' Eks Dirut Janjikan Koper Rp 10 Juta
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menilai jika kebijakan yang dibuat Ari Askhara selama menjabat sebagai dirut justru merugikan dan mengundang kontroversi.

WowKeren - Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendukung kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk mencopot mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. Keputusan tersebut merupakan buntut dari kasus penyelundupan motor mewah lewat Airbus milik Garuda.

IKAGI menilai jika kebijakan yang dibuat Ari selama menjabat sebagai dirut justru merugikan dan mengundang kontroversi. Ketua Bidang Generasi Muda dan Wanita IKAGI, Josephin, kemudian menyebutkan salah satu kebijakan yang kontroversial tersebut.


"Jadi ada rencana mantan Direktur Utama Garuda (Ari Askhara)," kata Josephin dalam konferensi pers di Cilandak, Jumat (6/12). "Memberikan awak kabin koper Tumi yang nilai harganya menilai Rp 10 juta ke atas."

Ia menjelaskan bahwa Ari berencana membagikan koper mahal tersebut ke para awak kabin yang mana jumlahnya mencapai 3,500 orang. Tentu saja, rencana ini selain sangat tidak efisien juga sangat sia-sia.

Menurutnya, anggaran sebesar itu lebih baik dialokasikan untuk melakukan peningkatan pada pelayanan penumpang. Sebab, tak sedikit rute penerbangan Garuda yang sudah ditutup sehingga akan lebih baik jika dana yang ada dipergunakan untuk membenahi masalah tersebut.

"Lebih baik kita memperbaiki pelayanan ke penumpang sama jadwal penerbangan," lanjut Josephin. "Garuda kan sudah banyak yang tutup-tutup, banyakin schedule itu saja daripada harus koper Tumi kan."

Sampai sekarang, koper Tumi yang pernah dijanjikan Ari masih belum direalisasikan sepenuhnya. Namun berdasarkan informasi yang ia terima, sudah ada sebagian yang mendapatkan koper tersebut. "Baru terealisasi itu di daerah tempat yang tadi disebutkan ‘selirnya’ saja. Saya tidak tahu berapa," ujar Josephin.

Sebelumnya, sejumlah "kebobrokan" yang membelit BUMN tersebut turut bermunculan seiring pemecatan Ari. Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengaku menerima laporan perihal keluhan jam kerja karyawan. Dikatakannya, banyak pekerja maskapai pelat merah itu yang mengaku diminta bekerja di luar batas kewajaran.

"Karena kami dapat laporan banyak, misalnya karyawan bekerja di luar dari kemampuannya dalam arti manusiawinya, dan sebagainya," jelas Arya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (6/12). "Dapat laporan (seperti itu), tapi saya belum tahu apakah sesuai aturannya atau nggak."

You can share this post!

Related Posts