Eks Menkeu Era SBY Diangkat Jadi Wakil Komut Bank Mandiri
Nasional

Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk mantan Menteri Keuangan era SBY, Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri yang baru. Kira-kira seperti apa sosok dan sepak terjang Chatib Basri sebelum menjadi Wakil Komut Bank Mandiri?

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir telah menunjuk Chatib Basri sebagai Wakil Komisaris Utama (Komut) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pemiliki nama lengkap Muhammad Chatib Basri sendiri merupakan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Penunjukan ini diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini (9/12). "Saya bersyukur Pak Chatib Basri mau masuk dalam jajaran Komisaris Bank Mandiri, semoga menjadi sinyalemen positif bagi Bank Mandiri," jelas Erick lewat keterangan tertulis, Minggu (8/12).


Dengan ini Erick berharap agar Chatib mampu meningkatkan kinerja Bank Mandiri secara nasional serta menjadikannya sebagai pemain financial services yang disegani di Asia Tenggara. Di lain sisi, Chatib mengaku jika menjadi Wakil Komut di Bank Mandiri bukanlah hal yang mudah.

"Apalagi Pak Menteri meminta fungsi Komisaris saat ini betul-betul dijalankan dengan baik," ujarnya. "Saya berharap kinerja Mandiri terus meningkat dan disegani dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi."

Saat ini, Chatib aktif sebagai anggota Dewan Penasehat World Bank untuk Gender dan Pembangunan dan jadi profesor tamu di Australian National University dan Nanyang Technological University Singapore.

Pria yang lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965 merupakan seorang akademisi yang aktif di dalam dan luar negeri. Dia meraih gelar PhD bidang ekonomi dari Universitas Nasional Australia pada tahun 2001. Ia juga pernah menjadi Senior Fellow di Harvard Kennedy School, Harvard University dan Profesor tamu di Australian National University dan Nanyang Technological University Singapore.

Di luar pendidikan, Chatib juga terlibat sebagai konsultan di berbagai lembaga keuangan. Ia pernah menjadi konsultan di World Bank, USAID, AUSAID, OECD, dan UNCTAD, Asian Development Bank serta menjadi anggota Asia and Pacific Regional Advisory Group dari International Monetary Fund.

Karena kemampuannya tersebut, ia dipercaya untuk memegang jabatan penting seperti penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2004-2005), Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010), merepresentasikan Indonesia (Sherpa Indonesia) di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Washington (2008), dan sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Presiden RI (2010-2012). Selain itu, ia juga pernah menjadi Dewan Komisaris di berbagai perusahaan, seperti PT Astra International, PT Indika Energy, dan Axiata Group Bhd (Malaysia).

You can share this post!

Related Posts