Khilafah dan Jihad Bakal Dihapus dari Pelajaran, PA 212 Langsung Berontak
Nasional

Kemenag berencana untuk menghapuskan ajaran khilafah dan jihad dari materi agama Islam di madrasah. Wacana ini pun langsung menjadi pro dan kontra, serta membuat PA 212 'berontak' menolak.

WowKeren - Menteri Agama Fachrul Razi kembali mengeluarkan wacana kebijakan yang menuai perhatian masyarakat. Ia disebut-sebut akan menghapuskan topik khilafah dan jihad dari pelajaran agama Islam di madrasah.

Tak pelak wacana ini langsung menuai pro dan kontra. Termasuk dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang langsung "berontak" dan meminta agar kebijakan itu tak diterapkan.


Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara PA 212, Haikal Hasan. Haikal pun meminta agar pemerintah cukup mengubah narasi mengenai khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam. "Dalam hal ini PA 212 inginnya diubah narasinya, bukan dihilangkan," jelas Haikal, Senin (9/12).

Menurut Haikal, jihad merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang tidak boleh dihilangkan. Alih-alih menghapusnya, lebih baik pengertian soal jihad diperluas di dalam pelajaran.

Sebagai contoh, misalnya mahasiswa yang dianggap sudah berjihad jika menjuarai olimpiade atau mendapatkan nilai terbaik di pendidikannya. "Jadi begitulah, diarahkan," terang Haikal, seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara untuk khilafah, Haikal menilai topik tersebut masihlah bagian dari agama. Oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih memberikan pembaharuan terhadap materi khilafah daripada menghapusnya.

"Kalau dihapuskan akan menimbulkan pro dan kontra," katanya. "Harusnya pemerintah memfasilitasi dan meluruskan diksinya, bukan memberangus sebuah ajaran."

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif juga mengambil sikap senada dengan Haikal. Bahkan ia menilai DPR, yang notabene menolak keinginan Kemenag, memiliki pemahaman agama yang jauh lebih baik daripada pencetus wacana tersebut.

"Kami setuju dengan pendapat anggota dewan tersebut," ujar Slamet. "Ini menunjukkan pengetahuan keislaman anggota dewan lebih maju dari Kementerian Agama."

Khilafah dan jihad, imbuh Slamet, tak bisa dipisahkan dari agama Islam. Bahkan menurutnya kedua ajaran itu merupakan ruh Islam. "Jika dicabut (dihapus), berarti ruh Islam akan dihilangkan, ini bahaya," pungkas Slamet.

You can share this post!

Related Posts