Balita Meninggal Tanpa Kepala Masih Teka-Teki, Orangtua Keberatan dengan Pola Pengawasan PAUD
Nasional

Balita Yusuf ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan tanpa kepala usai dilaporkan menghilang selama 2 minggu. Orang tua Yusuf mengaku keberatan dengan pola pengawasan PAUD.

WowKeren - Warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur, belum lama ini digegerkan dengan penemuan balita bernama Yusuf Ahmad Ghazali yang meninggal dengan kondisi mengenaskan. Yusuf ditemukan tewas tanpa kepala usai 2 minggu dilaporkan hilang dari PAUD.

Orang tua Yusuf, Bambang, mengaku merasa keberatan dengan pola pengawasan dan pelayanan PAUD Jannatul Athfaal, tempat balitanya itu dititipkan. Sebab pola pengawasan mereka menurutnya membuat anaknya hilang. "Saya merasa keberatan karena dari pelayanan dan pengawasan tersebutlah sehingga anak saya hilang," kata Bambang dilansir Detik, Selasa (10/12).


Balita Yusuf dilaporkan hilang dari PAUD, Jl AW Syaharanie sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat (22/11). Dua minggu kemudian, Minggu (8/12) mayat balita Yusuf ditemukan tanpa kepala di Jl Pangeran Antasari Gang III, Samarinda.

Meski demikian, masih belum diketahui penyebab meninggalnya Yusuf. Bambang menduga anaknya meninggal karena kemungkinan diculik atau tercebur. Adapun jarak dari PAUD ke lokasi penemuan mayat adalah sekitar 4,5 kilometer.

"Dari pemikiran saya, saya tidak bisa memberatkan ke kiri atau ke kanan," kata Bambang. "Dua kemungkinan, diculik dan tercebur."

Bambang meragukan kemungkinan jika puteranya tercebur ke parit yang ada di depan PAUD. "Kalau kita memakai logika memang terseret, pada saat itu arus air itu lebih kencang dan dia akan terbawa lurus daripada dia berbelok," jelasnya.

Balita Yusuf dilaporkan menghilang sekejap dalam waktu sekitar 5 menit ketika guru PAUD meninggalkannya di ruangan. Oleh sebab itu, Bambang akan menyerahkan kasus ini ke pihak polisi.

"Katanya sekejap mata, 5 menit sudah nggak ada. Kalau memang tidak ada jelas dia itu bukan diambil di jalan. Dia pasti diambil dari dalam. Kalau berlangsung cepat itu logikanya tidak ada," tegas Bambang. "Penyebab meninggalnya pun diculik atau mati nanti kita serahkan kepada yang berwenang."

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab meninggalnya balita tersebut. "Kita proses sesuai dengan prosedur sehingga terlihat ada tidaknya kelalaian, kita lihat dari penyelidikan," ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa masih dilansir Detik.

You can share this post!

Related Posts