Polisi Selidiki Kematian Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Benda Ini Ditemukan Pada Jasad Korban
Nasional

Polisi tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian bayi tanpa kepala yang ditemukan di Samarinda, Kalimantan Timur. Setelah diautopsi, tim forensik menemukan benda ini di jasad korban.

WowKeren - Penemuan jasad balita bernama Yusuf Ahmad Ghazali dengan kondisi mengenaskan menggegerkan warga Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pasalnya, jasad balita tersebut ditemukan tanpa kepala usai dilaporkan hilang dari PAUD selama 2 minggu.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan menduga jika Yusuf tewas setelah tercebur ke parit yang berada di dekat PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda, Kaltim. Menurut hasil pemeriksaan forensik sementara, polisi menemukan adanya kulit reptil di jasad Yusuf yang memungkinkan jika organ tubuh tersebut tak utuh karena dimakan oleh biawak, ular, atau sejenisnya.


"Kita tetap akan dalami apakah ada akibat dari motif lain, tapi kenyataannya memang badannya tidak utuh," ujar Kapolresta Kota Samarinda Kombes Arif Budiman saat jumpa pers di Mapolresta Samarinda, Selasa (10/12). "Kita sudah koordinasi dan panggil ahli forensik untuk menjelaskan bahwa sementara yang didapat adalah di dalam tubuh anak ini ada kulit reptil."

"Apakah itu ular, apakah itu biawak, nanti kita ungkap sehingga kemungkinan dalam hanyut yaitu dimakan biawakkah atau memang tertentu tembok-tembok dan batu-batu saja itu terjadi," lanjutnya

Lebih lanjut, Arif mengatakan jika hingga saat ini polisi masih terus mencari bagian tubuh Yusuf yang hilang. Adapun lokasi penemuan jasad balita usia 4 tahun tersebut hanya berjarak sekitar 4,5 km dari PAUD.

"Di depan rumah penitipan itu lebih-kurang 20 meter itu ada parit," jelasnya. "Kemungkinan anak ini berjalan melihat keluar, anak kecil 4 tahun mungkin tidak lihat parit akhirnya jatuh. Dari jarak antara rumah penitipan ke sini itu lebih-kurang 4,5 km."

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kejelasan penyebab kematian Yusuf tersebut. Ia tak menutup kemungkinan adanya dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pihak PAUD sehingga peristiwa menyedihkan ini terjadi.

"Apakah di sini ada unsur lainnya atau ada motif lain itu masih dalam penyelidikan," pungkas Arif. "Sementara itu, dengan adanya kelalaian, kita sudah memeriksa beberapa saksi."

Sebelumnya diketahui jika Yusuf dilaporkan hilang pada Jumat (22/11) lalu di penitipan anak-PAUD Jannatul Athfaal, Samarinda. Menurut Kepala PAUD, Nurdiana mengatakan jika PAUD sedang dalam keadaan hujan deras saat Yusuf menghilang. Setekag 16 hari berlalu, akhirnya jasad Yusuf ditemukan di parit Jalan Antasari, Samarinda Ulu, pada Minggu (8/12) sekitar pukul 05.30 WITA.

You can share this post!

Related Posts