Ogah Surabaya 'Salah Asuhan', Walkot Risma Diharap Menjabat Selamanya
Nasional

Walkot Surabaya Risma akan mengakhiri masa jabatannya pada 2020 mendatang. Berbagai kemajuan yang dibuat selama 2 periode membuat warga berharap Risma bisa terus menjabat sebagai Surabaya-1.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedianya akan mengakhiri masa jabatannya pada 2020 mendatang. Risma, yang sudah menjabat selama dua periode, sesuai ketentuan tak bisa lagi mencalonkan diri untuk memimpin Surabaya.

Padahal, seperti diketahui, kiprah Risma selama menjabat kerap menuai pujian. Berbagai prestasi dan kemajuan telah ia buat selama menjabat.

Tak ayal sejumlah warga pun berharap Risma bisa menjabat selamanya. Hal ini terbukti dari adanya "Relawan Risma Selamanya" yang kembali menyuarakan suara mereka pada hampir setiap akhir pekan.

Pada Minggu (15/12) kemarin, "Gerakan Risma Selamanya" disuarakan lewat acara flash mob atau tarian massal di Car Free Day Taman Bungkul, Surabaya. Menurut Rosikin selaku koordinator acara, aksi ini merupakan bentuk dukungan pihaknya agar Risma melanjutkan kiprahnya di Surabaya.

Risma, ujar Rosikin, telah berkiprah dengan sangat baik di Surabaya. "Nilai-nilai kepemimpinan, visi, dan misi Bu Risma harus tetap ada. Kami mendukung Bu Risma untuk terus berkiprah di Surabaya," ujar Koordinator Wilayah Relawan Risma Selamanya bagian Surabaya Barat itu.


"Jika memang aturannya tak bisa lagi menjadi Wali Kota, maka Bu Risma harus menunjuk siapa penggantinya," imbuh Rosikin, seperti dilansir Republika. Sebab, menurut Rosikin, Surabaya tak bisa dipasrahkan kepada sosok sembarangan.

Masa depan cerah Surabaya tak bisa dirusak oleh sosok yang tak bisa melanjutkan perjuangan Risma. Kekhawatiran tak ada lagi figur dengan kapabilitas seperti Risma lah yang membuat komunitas relawan itu menggelar berbagai kampanye agar sang wali kota tak turun dari jabatannya.

"Surabaya butuh sosok seperti Bu Risma," jelas Rosikin. "Yakni sosok yang memiliki kepakaran dalam pembangunan kota, memahami birokrasi, punya prestasi, sering blusukan, total dalam bekerja untuk warga, cerdas, dan diterima kaum milenial."

Menurutnya nama-nama cawalkot yang muncul belakangan ini belum memenuhi kriteria tersebut. Hal itu juga disampaikan oleh salah seorang peserta, Ova Abdur.

Ia juga menegaskan, pihaknya bukan bermaksud "mendewakan" Risma atau mendiskreditkan cawalkot lain. Namun harapannya aksi mereka bisa membuat setiap calon menyadari seberapa tinggi ekspektasi dan standar yang diharapkan warga Surabaya untuk pemimpinnya nanti.

"Jangan sampai Surabaya ke depannya dipimpin oleh orang yang salah. Harus Risma, atau setidaknya yang punya visi misi, kerja nyata, dan kemampuan seperti Risma," pungkasnya. "Siapa pun yang jadi nantinya, sekali lagi wajib punya semangat Risma dalam dadanya, dalam kerjanya."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts