Bela Muslim Uighur, FPI Siap Gelar Demo di Kedubes Tiongkok
Nasional

Front Pembela Islam tak ingin tinggal diam atas aksi kekerasan yang kabarnya dialami oleh kaum Muslim Uighur di Tiongkok, kendati sang dubes sudah menegaskan kondisi terkini yang kondusif.

WowKeren - Masalah yang dialami muslim Uighur di Tiongkok memang terus menjadi perdebatan, terutama di Indonesia. Banyak pihak menilai kaum muslim di sana mengalami tindakan tak manusiawi, seperti perampasan hak mereka.

Namun demikian Duta Besar Tiongkok untuk RI, Xiao Qian, membantah segala pemberitaan yang beredar dan menegaskan kaum muslim di sana diperlakukan dengan baik. Kendati Xiao tak menampik ada sejumlah tindakan tegas yang diambil pemerintah karena kaum Uighur memiliki agenda tersendiri, yakni separatisme.


Menanggapi hal tersebut, tampaknya organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam enggan berdiam diri. Ormas yang diimami oleh Habib Rizieq Shihab itu mengaku siap menggelar aksi untuk membela muslim Uighur di depan Kedubes Tiongkok.

"Kami dari berbagai ormas Islam mengecam dan mengutuk keras tindakan zalim rezim komunis China terhadap saudara muslim Uighur kita," kata Ketua Umum FPI, Ahmad Sobri Lubis, dalam konferensi persnya di Jakarta Timur, Jumat (20/12). "Dan akan melakukan aksi nasional di depan kedubes China atau Tiongkok pada hari Jumat, 27 Desember 2019, pukul 13.00 WIB, ba'da (setelah) salat Jumat."

Sobri menilai muslim Uighur telah dirampas hak-hak asasinya, mulai dari hak beribadah hingga politik. Yang lebih membuatnya geram, semua itu dilakukan dengan dalih melawan radikalisme.

Salah satu contoh tindakan yang diberlakukan kepada muslim Uighur adalah mereka tak diperkenankan membaca Al-Quran. "Bila menolak, mereka akan dituding sebagai ekstremis radikal dan dijebloskan dalam kamp re-edukasi," kata Sobri, dikutip dari Detik News, Sabtu (21/12).

Di sisi lain, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif mencatat setidaknya 48 ormas yang akan mengikuti aksi. Ia juga menjanjikan aksi berjalan damai karena merupakan kegiatan kemanusiaan.

"(Ada) 48 yang akan ikut masuk aksi kemanusiaan. Insya Allah dalam waktu dekat akan terus bertambah," tuturnya. "Dan insya Allah kami semua menargetkan depan Kedubes penuh umat yang bela saudaranya di sana."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts