Polri Bongkar Motif Tersangka Penyerang Novel Baswedan
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengungkapkan motif yang membuat 2 tersangka menyiram air keras kepada Novel berdasarkan hasil penyelidikan sementara.

WowKeren - Pihak kepolisian telah menetapkan 2 anggota Polri aktif sebagai tersangka kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Bareskrim Polri sendiri masih memeriksa 2 tersangka berinisial RM dan RB tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka diduga menyerang Novel dengan motif tidak suka. "Seperti yang dikatakan (pelaku) bahwa dia tidak suka NB (Novel Baswedan), dianggap sebagai pengkhianat," terang Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra dilansir Kumparan, Minggu (29/12).


Sebelumnya, salah satu tersangka memang sempat meneriakkan "Saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat!" kala digiring untuk dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri pada Sabtu (28/12). Terkait teriakan tersangka tersebbut, Asep menyebut hal itu masih memerlukan pendalaman.

Apabila hasil pemeriksaan telah lengkap, maka Polri akan membeberkan kasus tersebut secara terang. "Keterangannya seperti itu," ujar Asep.

Sementara itu, Tim Advokasi Novel Baswedan justru menilai ada kejanggalan terhadap penangkapan tersangka ini. Salah satu anggota tim yang bernama Alghiffari Aqsa mengungkap sejumlah hal yang dinilainya janggal dalam penangkapan tersebut.

Salah satunya terkait dengan munculnya surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan pada tanggal 23 Desember 2019. Dalam surat tersebut, diberitahukan bahwa pelaku belum diketahui. Sehingga, temuan polisi ini terkesan baru.

"Misal apakah orang yang menyerahkan diri mirip dengan sketsa-sketsa wajah yang pernah beberapa kali dikeluarkan Polri," kata Alghiffari yang dilansir Kompas pada Sabtu (2812). "Polri harus menjelaskan keterkaitan antara sketsa wajah yang pernah dirilis dengan tersangka yang baru saja ditetapkan."

Novel sendiri sempat merasa ada yang janggal atas penangkapan dua pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya itu. Meskipun begitu, ia tetap mengapresiasi penangkapan pelaku tersebut.

"Saya enggak tahu orang itu siapa, cuma namanya ada penangkapan itu suatu hal yang bagus," kata Novel. "Saya merasa ada suatu bahwa ada suatu yang janggal, tentunya saya tidak mau bicara lebih lanjut, saya melihat ini suatu permulaan, kita mesti harus melihat dan nanti selanjutnya kawan-kawan dari penasehat yang merespon," lanjutnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts