Curhat Kangen Susi Pudjiastuti, Nelayan Natuna: Kami Sering Diuber-Uber Kapal Asing
Nasional
Kebijakan Edhy Prabowo vs Susi Pudjiastuti

Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, mengeluhkan soal semakin banyaknya kapal-kapal asing yang mencuri di wilayah perairan mereka.

WowKeren - Sejumlah kebijakan Menteri Kelautan dan Perairan yang baru, Edhy Prabowo, menuai pro-kontra. Salah satunya adalah tidak melanjutkan penenggelaman kapal seperti yang kerap dilakukan di era Susi Pudjiastuti.

Tak lagi berlakunya kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan itu rupanya menyebabkan munculnya berbagai efek samping. Perairan Natuna diserbu oleh kapal-kapal ikan asing, terutama dari Vietnam dan Tiongkok.

Kapal coast guard Tiongkok bahkan disebut turut mengawal kapal-kapal ikan negaranya yang mencuri di perairan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, yang bernama Herman.

"Selang satu minggu sejak pergantian menteri (Susi Pudjiastuti diganti Edhy Prabowo), info dari anggota kami langsung banyak kapal asing. Sebulan kemudian makin ramai," terang Herman dilansir Kumparan pada Senin (30/12). "Mereka (nelayan lokal) dikejar coast guard China."

Selain makin banyak, kapal-kapal ikan asing juga semakin berani. Herman menyebut bahwa kapal nelayan anggotanya sering diusir oleh kapal-kapal asing.


"Kami sering diuber-uber kapal asing. Mereka nabrak-nabrak kapal kita," ungkap Herman. "Di media sosial, di Natuna sudah heboh soal ini."

Akibatnya, hasil tangkapan nelayan lokal pun menurun. Stok ikan yang sempat melonjak di era Susi kini justru dijarah oleh pihak asing. "Pendapatan kami di era Ibu Susi melimpah ruah, sekarang turun drastis," tutur Herman.

Lebih lanjut, Herman mengaku sudah melaporkan fenomena ini ke pihak berwajib. Namun, kapal-kapal asing sejauh ini masih bebas berkeliaran dan mencuri di perairan Indonesia.

"Sudah dilaporkan ke perwira tinggi di Natuna, termasuk di Jakarta. Katanya sudah ada KRI yang patroli di Natuna," terang Herman. "Tapi kok masih banyak kapal ikan asing bebas lewat di laut kita?"

Selain itu, para nelayan mengaku rindu dengan sosok Susi kala masih menjabat sebagai Menteri. Pasalnya, Susi dinilai tegas dalam menjaga kekayaan laut Indonesia. "Kami rindu Ibu Susi, kami rindu gebrakan-gebrakan beliau," pungkas Herman.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts