Ini Kata Novel Baswedan Soal Sebutan 'Pengkhianat' Dari Penyerangnya
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Polisi menetapkan RB dan RM sebagai tersangka penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Saat penangkapan itulah tersangka RB sempat menyebut Novel sebagai pengkhianat.

WowKeren - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan barangkali bisa tersenyum lega sekarang. Pasalnya pihak kepolisian telah menetapkan dua orang berinisial RB dan RM sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras yang dialaminya dua tahun lalu.

Namun penangkapan kedua tersangka itu pun belakangan menjadi pembicaraan panas. Pasalnya RB sempat berteriak soal pengkhianat kepada Novel ketika hendak digiring ke Bareskrim Mabes Polri.


"Tolong dicatat. Saya tidak suka Novel karena dia pengkhianat," seru RB sebelum memasuki mobil, Sabtu (28/12).

Novel pun angkat bicara menanggapi sebutan tersebut. Ia mengaku heran dengan klaim pengkhianat yang diarahkan kepadanya lantaran menurutnya tak berdasar. Apalagi Novel juga mengaku tak pernah mengenal atau bertemu kedua polisi tersebut.

"Saya itu nggak tahu orangnya siapa. Saya rasa, saya tidak mengenal yang bersangkutan. Dan saya rasa, saya enggak pernah ketemu sama dia," jelas Novel di kediamannya, Jakarta Utara, Senin (30/12). "Terus kalau kemduian dia bilang saya pengkhianat, atas hal apa dia mengatakan itu?"

Lebih lanjut, Novel pun menegaskan bahwa sudah menjadi tugasnya untuk memberantas korupsi demi kemaslahatan Indonesia. Dan sudah menjadi risiko pula bila ada koruptor yang merasa "terkhianati" oleh pekerjaannya.

Oleh karena itu ia merasa heran lantaran justru polisi aktif lah yang menyebutnya sebagai sosok pengkhianat. Alasan itu pula yang membuat Novel enggan mengurusi lebih jauh soal pernyataan sang tersangka.

"Yang dikhianati siapa? Koruptor," tuturnya, dilansir dari laman Merdeka. "Jadi saya kira kata-katanya itu ngawur dan saya nggak ingin menanggapi kata-kata ngawur."

"Tentunya bisa saja apabila dia punya kepentingan dengan para koruptor, saya enggak tahu," imbuhnya. "Saya juga enggak kenal dia. Saya baru lihat di media."

Teriakan RB ini memang cukup menyita perhatian masyarakat. Mereka menilai ada makna di balik teriakan tersebut dan meminta Polri untuk lebih fokus terhadap hal itu.

Bahkan pakar ekspresi Handoko Gani pun ikut angkat bicara soal teriakan tersebut. Ia menilai tak ada tanda pergolakan emosi di balik teriakan sang tersangka.

You can share this post!

Related Posts